SLEMAN - Kemacetan jadi persoalan yang semakin pelik di Yogyakarta. Terlebih, pada saat libur panjang dan banyak wisatawan luar daerah yang datang.
Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) Universitas Gadjah Mada (UGM) Dewanti menyebut, kepadatan lalu lintas ini bisa semakin bertambah saat tol sudah beroperasi. Hal ini lantaran akses untuk datang ke DIY jadi semakin mudah.
"Kemarin tol baru di Klaten saja sudah ada kemacetan luar biasa. Apalagi nanti ketika sudah nyambung," ucapnya.
Menurutnya, kondisi semacam ini banyak terjadi di kota besar. Apalagi Yogyakarta memiliki banyak daya tarik. Mulai dari gunung, pantai, candi, hingga persawahan.
Untuk itu, penting segera melakukan antisipasi. Khususnya pada pintu masuk dan keluar tol.
"Ketika kendaraan dari pintu keluar tol masuk jalan daerah yang kecil dan lalu lintasnya padat, itu akan jadi titik kemacetan," tambahnya.
Dewanti menyebut, ada banyak strategi yang harus diterapkan untuk menyelesaikan persoalan macet di jalan-jalan Yogyakarta. Untuk jangka pendek bisa dengan manajemen lalu lintas.
Salah satunya dengan pengaturan waktu. Misalnya pada jam tertentu diberlakukan larangan penggunaan kendaraan pribadi dan kendaraan berukuran besar.
"Tidak menyelesaikan masalah, tapi bisa meringankan kepadatan di titik tertentu," ucapnya.
Sementara solusi jangka menengah bisa dengan melakukan penataan bahu jalan. Sehingga tidak ada parkir liar dan kegiatan lain yang dapat menghambat.
"Kemacetan ini memang perlu disikapi. Walau di satu sisi memang ekonomi lokal jadi menggeliat," katanya.
Terkait solusi jangka panjang, Dewanti menegaskan harus ada pengelolaan pergerakan masyarakat.
Misalnya menyebarkan pusat kegiatan agar tidak hanya ada di pusat kota. Baik itu objek wisata dan sarana penunjang, seperti hotel.
"Jadi, tujuan masyarakat itu tidak sama," katanya.
Di sisi lain dengan mengembangkan transportasi umum, seperti layanan kereta api perkotaan. Usaha ini juga harus diikuti dengan menekan jumlah kendaraan pribadi.
Dewanti menilai, kemacetan terjadi karena ada penumpukan kendaraan di satu tempat pada waktu yang sama.
Apabila penumpukan terjadi di tempat berbeda atau waktu berlainan, maka kemacetan bisa dicegah.
"Prinsipnya memang sederhana, tapi praktiknya enggak mudah," katanya. (del/laz)