Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi di Sleman Luncurkan 14 Kali Guguran Lava Pijar ke Arah Barat Daya Sejauh 2.000 Meter

Iwa Ikhwanudin • Jumat, 31 Januari 2025 | 10:35 WIB
Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang.  (BPPTKG)
Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang. (BPPTKG)

SLEMAN - Teramati Guguran lava sebanyak 14 Kali ke arah Barat Daya (Kali Bebeng, Krasak, Sat/Putih) dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter. 

Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman terkini. 

Periode pengamatan Kamis 30 Januari 2025 pukul 00.00-24.00 WIB. 

Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah. 

Cuaca di Gunung Merapi berawan, dan mendung. 

Baca Juga: Walhi Jogjakarta Berikan Surat Keberatan Ke Gubernur DIY, Pemprov Dinilai Gagal Kelola Sampah

Angin bertiup tenang hingga sedang ke arah timur. 

Suhu udara 15-24.7 °C, kelembaban udara 61.1-97 %, dan tekanan udara 835.9-915.3 mmHg. 

Gunung Merapi kabut 0-II, kabut 0-III, dan jelas. 

Asap kawah tidak teramati. 

Terjadi kegempaan guguran 99 kali; kegempaan hybrid/fase banyak 29 kali; dan kegempaan tektonik jauh dua kali. 

Tingkat aktivitas Gunung Merapi SIAGA LEVEL III, ditetapkan sejak 5 November 2020.

Baca Juga: Antisipasi Ancaman Pascapilkada, Bakesbangpol Kebumen: Ada Sekat Yang Harus Dihapuskan

Rekomendasi BPPTKG sebagai berikut:

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. 

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Baca Juga: Buka Lowongan Kerja Palsu di Facebook, Warga Purworejo dan Bantul Bawa Lari Motor Pelamar

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi #awan panas guguran #Kabupaten Sleman #lava pijar