Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Bambang Kuntoro menjelaskan, longsor terjadi Rabu (29/1) pukul 13.00. Namun, laporan baru masuk pada 20.30.
"Hujan deras dengan durasi lama menyebabkan talud jalan tergerus dan longsor," katanya.
Menurut Bambang, longsor ini memiliki panjang sepuluh meter, tinggi empat meter, dan lebar 1,5 meter. Kondisi ini membuat jalan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.
"Lebar jalan utama empat meter. Langsung dipasang police line," tambahnya.
Sementara itu, jarak rumah di bawahnya dengan tebing kurang lebih lima meter.
Bambang menjelaskan, sudah dilakukan asesmen atau pendataan awal mengenai kerusakan.
"Dampak longsor belum terkondisi. Tapi dari warga ada gotong royong pagi ini," ucapnya.
Sementara itu, Dukuh Tegalsari Joko Wuryanto membenarkan bahwa warga sudah melakukan gotong royong pada Kamis (30/1) pagi.
Mereka memasang karung dengan isi pasir untuk mengantisipasi hujan susulan.
"Longsor ini kejadian kedua. Tapi lokasi ini di sampingnya yang dulu," tambahnya.
Longsor ini berpotensi membahayakan warga. Namun, Joko memastikan bahwa rumah di sekitar longsoran masih aman untuk ditinggali.
"Besok hari Minggu kami lanjutkan dengan gotong royong pemasangan batu," ucapnya. (del)
Editor : Bahana.