SLEMAN - Pengurus baru Komunitas Kain dan Kebaya Indonesia (KKI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Sleman dilantik pada Rabu (29/1/2025). Pengurus periode 2025-2030 ini menyebut akan membantu mengenalkan kain khas Bumi Sembada, yakni Batik Sinom Parijotho Salak.
Ketua KKI DPC Kabupaten Sleman Sutanti menyebut, strategi yang akan digunakan adalah membuat komunitas serupa di tiap kapanewon. Sehingga, edukasi soal kain beserta etikanya bisa menyeluruh.
Baca Juga: Persiba Bantul Siap Hadapi 757 Kepri Jaya di Babak Pertama Play Off Degradasi
"Kain batik parijotho biasa kami gunakan untuk bawahan sementara atasannya memakai kebaya," jelasnya.
Menurutnya, mengenalkan Batik Sinom Parijotho Salak memiliki tantangan tersendiri. Hal ini karena motif tersebut mayoritas baru dikenal oleh masyarakat Bumi Sembada.
Untuk itu, pengenalannya tidak melulu kolaborasi dengan Dinas Kebudayaan atau Dinas Pariwisata. Sutanti menyebut akan menggandeng lini yang lebih luas.
Baca Juga: Pedagang Tagih Janji! Tuntut Kepastian Lapak di Kampung Seni Borobudur
"Kami ingin merambah ke Dinas UMKM, Dinas Pendidikan, sampai Dinas Pemberdayaan Perempuan," katanya.
Di sisi lain, melibatkan banyak kalangan. Khususnya anak muda. Sehingga ilmu soal Kebudayaan bisa terus diwariskan pada generasi penerus. "Motto kami Berdaya dan Berbudaya. Semua unsur yang ada bisa kolaborasi," ucapnya.
Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo berharap, KKI DPC Kabupaten Sleman bisa terus melakukan upaya pelestarian budaya. Dia menyebut akan mendukung penuh inisiatif anggota KKI.
"Saya yakin KKI dapat mendorong pengembangan industri kreatif berbasis budaya yang berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat," ujarnya. (del)
Editor : Sevtia Eka Novarita