SLEMAN - Luas lahan pertanian di Kabupaten Sleman terus menurun. Untuk itu, kelompok wanita tani (KWT) diharapkan bisa menjadi penyedia lumbung pangan kedua.
Seperti yang dilakukan oleh KWT Srikandi Mandiri. Kelompok ini sudah memiliki lahan seluas 1.850 meter persegi. Dibagi dalam beberapa blok, ditanami berbagai tanaman kebutuhan pangan. Mulai dari tomat, timun, sawi, hingga cabai.
Baca Juga: Kanwil DJPb DIY Tekankan Pentingnya Pengawasan Belanja APBN
"KWT ini juga meningkatkan kesejahteraan anggota kami," kata Ketua KWT Srikandi Mandiri Retno Setyaning Nugraheni.
Dia menyebut, penghasilan tertinggi pernah mencapai Rp 20 juta ketika anggotanya panen timun. Sementara terendah sejumlah Rp 1,5 juta untuk sawi.
Salah satu strategi yang digunakan adalah menjual produk pertanian langsung pada konsumen. Sehingga, harga menjadi lebih tinggi.
Baca Juga: Beri Efek Jera, Belum Sempat Balap Liar 18 Remaja Ditangkap Anggota Polres Kebumen
"Kami jual ke warga sekitar. Cabai dan sawi kami bekerja sama dengan warung setempat," ungkapnya.
KWT Srikandi Mandiri sendiri berlokasi di tengah kota. Tepatnya di Gejayan, Condongcatur, Depok. Meski begitu, Retno mengatakan kebutuhan air tercukupi.
"Sejak ada bantuan sumur bor, air Alhamdulillah aman. Ketika musim panas juga tidak kekurangan," katanya.
Mereka menggunakan berbagai macam alat pengairan. Mulai dari sistem tetes, drip semprot, hingga sprinkler.
"Kami terus evaluasi mana yang lebih produktif dan menghasilkan. Pilih yang enggak capek ngurus juga karena anggota emak-emak," jelasnya.
Baca Juga: Honda Exclusive Parking Privilege, Astra Motor Yogyakarta Suguhkan Bagi Pengguna Sepeda Motor Honda
Plt Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman Suparmono menjelaskan, penanaman di lahan perkotaan memang sangat penting. Hal ini lantaran luas lahan pertanian yang semakin berkurang akibat pembangunan.
"Di Jawa ini pasti harus intensifikasi. Enggak mungkin ekstensifikasi," katanya.
Intensifikasi sendiri adalah cara meningkatkan produktivitas pertanian dengan optimalisasi lahan. Sementara ekstensifikasi dengan cara menambah luas lahan. (del/eno)