SLEMAN - Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman memprediksi tidak akan ada lonjakan wisatawan selama masa libur panjang Imlek dan Isra Mikraj. Hal ini karena faktor cuaca dan kecenderungan masyarakat menahan diri untuk liburan.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Kus Endarto menjelaskan, ada beberapa hal yang memengaruhi kunjungan wisatawan saat libur panjang kali ini. Salah satunya adalah cuaca.
Baca Juga: Sajian Khas Sambut Tahun Baru Imlek, Produsen Kue Keranjang kebanjiran Pesanan
"Cuaca diprediksi berawan dan hujan lebat sepanjang periode libur panjang tersebut," jelasnya Minggu (26/1/2025).
Selanjutnya, faktor ekonomi. Menurut Kus, sebagian besar masyarakat cenderung menahan diri untuk berwisata. Mereka menabung pendapatannya untuk persiapan libur Lebaran pada Maret-April mendatang.
Dia mengatakan, kalau pun ada peningkatan besaran kunjungan angkanya kecil sekali. Dinas Pariwisata sendiri juga tidak menyelenggarakan agenda khusus pada periode ini.
Baca Juga: BKPPD Gunungkidul Telusuri Kasus Perselingkuhan ASN, Dua Pelaku Sama-Sama Telah Berkeluarga
"Sekitar dua hingga tiga persen dibandingkan minggu sebelumnya," katanya.
Sektor pariwisata sendiri menjadi salah satu penopang pendapatan asli daerah. Pada 2024 lalu dari target Rp 374,9 miliar, capain yang dihasilkan menjadi Rp 379 miliar. Jumlah kunjungan sendiri mencapai 8,2 juta wisatawan.
Sementara itu, salah satu warga Sleman Verina Saraswati mengaku, pada libur panjang kali ini sudah mengajukan cuti hingga tujuh hari dari kantornya. Dia mengatakan sudah merencanakan agenda khusus.
"Kalau waktu Nataru enggak ambil libur panjang, jadi sekadar wisata belanja dan main. Cuaca juga enggak bagus," kata karyawan swasta tersebut. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita