SLEMAN - Beredar video soal patung di UPN Veteran Yogyakarta (UPNVY) yang menghilang di media sosial beberapa waktu lalu. Banyak warganet lalu mengkaitkannya dengan dampak pembangunan tol Jogja-Solo.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Perencanaan UPNVY Hendro Widjanarko menjelaskan, pemindahan ini lebih karena unsur artistik. Dari sebelumnya berada di depan kampus, menjadi di sisi kiri gedung rektorat.
"Di sisi (kanan, Red) gedung rektorat sudah ada patung bhineka. Di sisi sebelahnya ada patung ini, jadi seimbang," ujarnya.
Di lokasi yang baru, Hendro menyebut juga ada sedikit perubahan. Dari awalnya arah pandang patung yang menyebar, lalu dijadikan satu pandangan lurus ke depan.
"Ini menunjukkan satu visi bahwa semangat kami menjadi kampus pioner pembangunan dengan landasan bela negara," ucapnya.
Patung ini sendiri terdiri dari lima orang. Ada yang mengenakan baju tentara hingga baju toga. Berdasarkan plakat di bekas lokasi, patung ini disebut dengan Tetenger "Widya Mwat Yasa". Diresmikan oleh Mantan Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla pada 4 November 2018.
Hendro mengatakan, pemindahan ini awalnya bukan karena akan terdampak tol. Namun, dia tidak menampik kalau ini juga bisa menjadi langkah antisipasi.
"Pemindahan patung pada saat dies natalis 15 Desember kemarin. Durasi sekitar dua minggu," tambahnya.
Terkait luasan terkena tol yang awalnya dikabarkan 10 meter dari ring road utara, Hendro belum bisa memastikan. Hal ini lantaran masih ada pengukuran berulang. "Terkait komunikasi dan sosialisasi dengan tol memang sudah ada," ucapnya.
Sementara itu, terkait potensi kebisingan atau debu saat pembangunan dilangsungkan maupun saat tol beroperasi, Hendro mengatakan tidak banyak khawatir. Sebab gedung kelas yang tidak bersisian langsung dengan jalan. "Jadi masih ada jarak. Sejak lama kami juga sudah pasang peredam kebisingan," tuturnya.
Sementara itu, salah satu anggota Resimen Mahasiswa (Menwa) UPNVY Bima Arsy Mandoya menjelaskan, sudah mengetahui bahwa kampusnya akan terkena tol. Termasuk soal kemungkinan markasnya yang ada di area depan kampus akan terdampak.
"Untuk tindak lanjut pemindahan atau tetap cuma digeser masih menunggu keputusan rektor," katanya.
Baca Juga: OJK DIY Dukung Program Tiga Juta Rumah, Perusahaan Pembiayaan Diminta Perhatikan Risiko Pembiayaan
Menurut Bima, hanya sebagian markas Menwa saja yang terdampak. Sehingga, ada kemungkinan juga untuk lokasi bangunan tetap, tetapi akan dilakukan penambahan lantai. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita