Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tanam Seratus Pohon Bersama Organisasi Pemuda Lintas Agama, Gubernur DIY Sultan HB X Tekankan Pentingnya Menjaga Alam

Delima Purnamasari • Selasa, 21 Januari 2025 | 05:04 WIB

 

 

 

Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X melaksanakan aksi tanam seratus pohon di Nawang Jagad, Kaliurang pada Senin (20/1/2025)
Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X melaksanakan aksi tanam seratus pohon di Nawang Jagad, Kaliurang pada Senin (20/1/2025)

SLEMAN - Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X melaksanakan aksi tanam seratus pohon di Nawang Jagad, Kaliurang pada Senin (20/1/2025). Kegiatan penanaman kepel, sawo kecik, dan pronojiwo ini dilakukan bersama para pemimpin organisasi pemuda lintas agama.

"Manusia tidak seharusnya merusak alam, tetapi harus menjaga dan melestarikannya," ucapnya.

Ngarsa Dalem menyebut keselamatan alam semesta hanya dimungkinkan lewat kebijakan manusia. Apabila kebijakan rusak maka alam semesta juga akan ikut rusak.

 Baca Juga: Polresta Magelang Tegaskan Tak Tinggal Diam dengan Tawuran yang Kerap Terjadi di Minggu Dini Hari, Buru Pemilik Medsos

"Semua agama memiliki tujuan yang sama dalam menjaga lingkungan. Kesadaran ini harus tumbuh di kalangan anak muda," katanya.

Sementara itu, RM Gustilanthika Marrel Suryokusumo menjelaskan bahwa kegiatan ini mengusung tema Air untuk Masa Depan Peradaban. Menurutnya, persoalan lingkungan seringkali tidak terlihat hingga terasa dampaknya. Saat itu terjadi maka sudah terlambat ditangani.

 Baca Juga: Menang Tipis 1-0 atas Deltras FC di Laga Perdana Babak 8 Besar Liga 2, Erwan Belum Puas

"Kami memulai gerakan gunung kembali jadi gunung. Jadi Gunung Merapi di wilayah DIY ini bisa kembali menjadi sumber kehidupan," jelasnya.

GKR Mangkubumi yang turut hadir dalam acara ini berharap aksi serupa bisa terus diperluas. Terlebih, sejak erupsi Merapi pada 2010 banyak alur sungai jadi tertutup.

"Dengan semakin banyak pohon, aliran air akan kembali menghidupkan wilayah hingga ke selatan,” ujarnya.

 

 

Ketua Umum Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma menyebut aksi ini adalah bentuk kolaborasi lintas iman untuk melestarikan lingkungan. Dia menilai apa pun yang ada di atas bumi tidak akan ada artinya apabila alam telah rusak.

"Terkadang kita sibuk memikirkan cara panen, tapi lupa memelihara dan menanam," katanya.

 Baca Juga: Mental Natasya Membaik, Kedua Mata Alami Penurunan, Pelaku Penyiraman Air Keras Pernah Pergi ke Dukun Agar Korban Mau Balikan

Ketua Umum GAMKI Sahat MP Sinurat melihat acara ini sebagai kelanjutan sejarah. Dia mengenang Sultan HB IX pada 19 Agustus 1945 yang mengumpulkan pemuda di Bangsal Kepatihan untuk menyuarakan semangat perubahan.

"Lalu 80 tahun kemudian, sejarah berlanjut. Hari ini, Sultan HB X bersama 100 pemuda Indonesia meneguhkan tekad untuk merawat bangsa dan alamnya,” ujarnya.

Sementara Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin memaknai pohon sebagai simbol bangsa. Ia mengibaratkan, dahan, ranting, dan daun pohon adalah representasi kebhinekaan Indonesia. Sementara akar adalah kerajaan-kerajaan Nusantara yang menjadi pondasi bangsa.

 Baca Juga: UII Resmi Buka Prodi Informatika Pendidikan Jarak Jauh, Fasilitasi Calon Mahasiswa dari Semua Dareah

"Tugas kita adalah merawat dan memupuk akar kebijaksanaan lokal agar pohon Indonesia terus tumbuh dan memberikan buah kesejahteraan," jelas Addin. 

Dari perspektif lingkungan, Wiryawan dari Gemabudhi menegaskan pentingnya komitmen menjaga bumi. "Merawat alam berarti melindungi Indonesia dan dunia dari bencana," katanya. (del)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#organisasi pemuda lintas agama #kalangan anak muda #GP Ansor #RM Gustilanthika Marrel Suryokusumo #Gunung Merapi #Nawang Jagad #Erupsi Merapi #Sri Sultan Hamengku Buwono HB X #pohon #DIY #menjaga lingkungan #kaliurang #Tanam