Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

TPST Donokerto Ditargetkan Beroperasi Juni, DLH Sleman Akan Memasang Reaktor Pengendali Bau

Delima Purnamasari • Senin, 20 Januari 2025 | 02:11 WIB

 

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman Epiphana Kristiyani
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman Epiphana Kristiyani

 

 

 

SLEMAN - Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Donokerto di Kapanewon Turi sudah selesai dibangun. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman menyebut TPST ketiga ini ditargetkan dapat mulai beroperasi pada Juni mendatang. Kepala DLH Kabupaten Sleman Epiphana Kristiyani menjelaskan, operasi TPST ini masih menunggu pengadaan peralatan. Prosesnya tidak melalui lelang, tetapi menggunakan e-katalog. "Dari e-katalog kemudian kemudian kami pilih dan beli," ujarnya, Minggu (19/1).

Epiphana menyebut kapasitas TPST Donokerto ini mencapai 60 ton tiap hari. Terkait potensi bau tidak sedap yang mungkin muncul, dia mengaku akan memasang reaktor pengendali bau. Ini yang juga dilakukan dan dipasang di TPST Sendangsari.Walau demikian, Epiphana belum bisa menjelaskan asal sampah yang akan diolah. Ini mengingat di dua TPST Kabupaten Sleman sampah berasal dari dua tempat, yakni depo dan seser.

Sampah depo merupakan sampah masyarakat yang dibawa jasa swasta yang disebut Penyedia Jasa Pengolahan Sampah (PJPS). Sementara seser, berasal dari instansi tertentu, seperti pemerintah, rumah sakit, perguruan tinggi, hingga hotel. Sampah dari man, dia tidak mau menyebutkannya. “Nanti setelah operasional saja. Saya harus rencanakan agar tidak meleset," ujarnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Susmiarto. Saat ini TPST Donokerto baru ada hanggarnya saja. Pembangunan fisik ini sendiri seluruhnya menggunakan APBD sebesar 9,99 Miliar. Untuk mesinnya masih menunggu. Nanti disuplai dari Danais. (del/din)

Editor : Din Miftahudin
#TPST #Donokerto #DLH Sleman #Sampah