Pertama SPPG Caturtunggal di Kapanewon Depok dengan dapur fisik kerja sama antara Badan Gizi Nasional (BGN) dengan TNI.
Kedua SPPG di Kapanewon Cangkringan yang merupakan kerja sama BGN dengan mitra katering mandiri.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Susmiarto menyebut, angka tersebut diperkirakan dari jumlah siswa penerima manfaat sejumlah 200.000.
Sementara kapasitas dapur SPPG sekitar 3.000 porsi.
"Perjalanan masih panjang. Semua harus begerak agar tujuan MBG bisa terealisasi," katanya.
Susmiarto juga menegaskan, MBG yang berjalan di Bumi Sembada saat ini masih kordinasi langsung dari pemerintah pusat. Termasuk dana yang berasal dari APBN.
Sementara untuk pemerintah kabupaten, masih menunggu adanya petunjuk teknis lebih detail.
"Harapannya sekolah bisa menyiapkan para siswa untuk menerima layanan ini. Jadi makanan itu masuk ke perut, kalau tidak itu nanti mubazir," ucapnya.
Sementara itu, Komandan Kodim 0732/Sleman Letkol Inf Mohammad Zainollah menjelaskan, diupayakan setidaknya satu kapanewon akan ada satu SPPG.
Pada Senin (20/1) turut direncanakan dua SPPG yang bekerja sama dengan mitra katering mandiri sudah mulai beroperasi. Lokasinya berada di Kapanewon Sleman dan Kapanewon Kalasan.
"Sasaran penerima manfaat itu diupayakan dua sampai tiga kilometer dari SPPG," ucapnya.
Dia menjelaskan, porsi dari SPPG juga terus ditingkatkan hingga nanti bisa mencapai angka maksimalnya. Di SPPG Caturtunggal sendiri sudah menyentuh 2.172 porsi.
"Baik dapur fisik atau mitra tetap bagian dari pengawasan kami," kata Zainollah. (del)
Editor : Bahana.