SLEMAN - Pendiri Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Abdul Latief menghadiri perayaan setengah abad HIPMI DIY Kamis (16/1) malam. Dalam kesempatan ini dia mendorong agar para anggota bisa jadi pengusaha yang nasionalis.
Laki-laki yang pernah menjabat sebagai menteri pada era pemerintahan Presiden Soeharto ini mengatakan, perjuangan pada masa kemerdekaan adalah dengan membangun negeri. Dia menilai negara maju setidaknya bisa memiliki 14 persen pengusaha. Namun, Indonesia baru memiliki tiga persen saja.
"HIPMI Jogja harus melahirkan pengusaha nasionalis yang akan mengembangkan ekonomi Indonesia," ucapnya.
Dia menegaskan agar para kader bisa menjadi pemimpin bangsa. Sehingga, akhirnya Indonesia bisa jadi tuan rumah di negeri sendiri.
Salah satunya dengan menjadi mitra pemerintah untuk mendorong hilirisasi. Selain itu, mengembangkan teknologi. "Jogja ini kaya sumber daya manusia. Ada banyak lembaga pendidikan," katanya.
Ketua BPD HIPMI DIY Aditya Bima Santosa Putra mengatakan, HIPMI menawarkan jejaring dari pengusaha hingga pejabat. Termasuk dengan para investor yang bisa membantu para pengusaha muda.
"Jadi melahirkan pemimpin yang hebat, bukan hanya pengusaha," katanya.
Sementara itu, Gubernur DIY Hamengku Buwono X mengatakan semangat kewirausahaan adalah bagian tidak terpisahkan dari visi dan misi Yogyakarta. Dia juga menilai, HIPMI berpotensi mendorong budaya menjadi tindakan produktif.
"Dengan memadukan budaya luar dan keunggulan lokal dapat menciptakan budaya yang kokoh dan menjadi fondasi Yogyakarta," katanya. (del)
Editor : Sevtia Eka Novarita