SLEMAN - Makam Kiai Kromo Ijoyo atau yang kerap disebut sebagai Situs Mbah Celeng selesai dipindah kemarin (16/1). Sementara untuk pohon pule yang tumbuh di area makam akan dikirim ke Keraton Jogja.
Makam yang berlokasi di Dusun Ketingan, Tirtoadi, Kapanewon Mlati ini seluruhnya terdampak pembangunan jalan tol Jogja-Solo paket 2.2. Untuk lokasi relokasi sendiri berada tidak jauh dari lokasi makam lama.
Humas Proyek Tol Jogja-Solo-YIA Area DIJ PT Adhi Karya (Persero) Tbk Agung Murhandjanto menuturkan, lokasi area makam nantinya akan berupa timbunan. Sementara tepat di atas makam akan ada box culvert.
"Jadi box pedestrian untuk akses masyarakat ke embung. Jadi makamnya memang harus direlokasi," katanya.
Dia menyebut pemindahan ini dilakukan berkoordinasi dengan kepala desa, tokoh masyarakat, hingga pihak keraton. Sehari sebelumnya GKR Mangkubumi sendiri turut memimpin prosesi pemindahan dengan menanam dua pohon pule di lokasi makam baru.
"Atas petunjuk GKR Mangkubumi, pohon pule di makam lama dikersake masuk ke keraton. Jadi kami potong sedemikian rupa," ucapnya.
Ketua Tim Pelaksana Pemindahan Makam dari Al Iswat Semarang Joko Yudho mengatakan, sebelum melaksanakan pemindahan makam telah membuat acara selamatan. Begitu pula dengan warga dusun sendiri.
"Prosesnya lancar. Tadi dibantu ekskavator untuk bongkar bangunan di atasnya, lalu dilanjutkan menggunakan alat manual," ucapnya.
Joko menyebut ada dua jenazah yang dipindahkan. Di dalamnya masih ditemukan tulang tengkorak, tangan, dan tulang kaki. "Sebelum dipindah kami beri air zamzam dan wewangian. Acara mulai jam tujuh dan selesai jam sembilan," ungkapnya.
Sementara itu, Lurah Tirtoadi Mardiharto menuturkan di wilayahnya ada enam makam yang terdampak proyek tol. Namun baru satu makam ini yang dipindah. "Mbah Kromo Ijoyo ini cikal bakal dari Ketingan. Jadi wajib kami muliakan," tuturnya. (del/laz)
Editor : Heru Pratomo