Namun, pada Senin (13/1) Kapanewon Sleman dan Kapanewon Kalasan belum jadi ikut melaksanakannya.
Komandan Kodim 0732/Sleman Letkol Inf Mohammad Zainollah menjelaskan, program MBG di dua kapanewon tersebut akan dilakukan melalui mitra katering. Namun, masih terkendala administrasi.
"Ini demi kebaikan bersama agar tertib administrasi. Apalagi anggaran diberikan negara," katanya.
Sementara ini, MBG periode pertama baru dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Caturtunggal.
Pada hari pertama dapur yang berada di Jl. Kaliurang km 5,8 ini menyediakan 1.239 porsi makanan untuk delapan sekolah.
Awalnya direncanakan untuk Kapanewon Depok saja, tetapi praktiknya menyasar wilayah Kapanewon Mlati.
Sekolah yang dipilih didasarkan pada lokasi yang dekat, berjarak 3 km dari SPPG Caturtunggal.
Selain itu, program MBG dilaksanakan di Kapanewon Cangkringan oleh mitra katering. Pada hari pertama total terdapat 27 sekolah dengan total 1.544 porsi.
"Nanti jumlahnya akan bertambah sampai kemampuan maksimal masing-masing dapur. Pelan-pelan," ujarnya.
Sementara itu, salah satu orang tua murid Titin Firstiningsih menjelaskan, program MBG ini sudah sangat baik. Dia menyebut sudah ada pendataan alergi dari sekolah. Namun, dia berharap agar makanan bisa dibuat lebih lunak.
"Anak saya masih kelas satu. Tadi bilang ayamnya enggak habis karena kering dan susah dikunyah," jelas wali murid di SD SD Negeri Sinduadi Timur ini.
Di sisi lain, dia berharap agar porsi bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Titin menyebut porsi makan anaknya tidak banyak.
"Jadi enggak bisa habis semuanya sekaligus. Sisanya dibawa pulang, seperti susu dan pisang," ucapnya. (del)
Editor : Bahana.