Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Waspadai Bahaya Lahar dan Awan Panas Guguran, Gunung Merapi di Sleman Mengeluarkan 28 Kali Guguran Lava ke Arah Barat Daya, Jarak Luncur 1,6 Kilometer

Iwa Ikhwanudin • Minggu, 5 Januari 2025 | 13:52 WIB
Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang.  (BPPTKG)
Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang. (BPPTKG)

SLEMAN - Teramati 28  kali guguran lava ke arah Barat Daya (Kali Bebeng dan Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter. 

Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman terkini. 

Periode pengamatan Sabtu 4 Januari 2025 pukul 00.00-24.00 WIB. 

Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah. 

Cuaca di Gunung Merapi cerah, berawan, dan mendung. 

Baca Juga: Gayung Cantol Jadi Alat Serbaguna sebelum Era 90-an, untuk Menakar Minyak Goreng hingga Minyak Tanah

Angin bertiup lemah ke arah timur. 

Suhu udara 15-23 °Celcius, kelembaban udara 50-99 persen, dan tekanan udara 836-918.6 mmHg. 

Volume curah hujan 26 milimeter per hari. 

Secara visual, gunung terlihat jelas, kabut 0-II, kabut 0-III, dan kabut 0-I. 

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 20 meter di atas puncak kawah. 

Terjadi kegempaan guguran 158 kali; kegempaan hybrid/fase banyak 69 kali; kegempaan vulkanik dangkal lima kali; dan kegempaan tektonik jauh dua kali. 

Baca Juga: Pesona Bukit Lintang Sewu Nikmati Senja hingga Bermalam di Antara Pohon Pinus, Melihat Kota Jogja dari Ketinggian

Tingkat aktivitas Gunung Merapi SIAGA LEVEL III, ditetapkan sejak 5 November 2020.

Rekomendasi BPPTKG sebagai berikut:

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. 

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Baca Juga: Kapel Terindah se-Jawa Bakal Dibangun di Yogyakarta, Desainnya Dipilih Lewat Sayembara, Berikut Penjelasannya

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#awan panas dan guguran (apg) #Sleman #awan panas guguran #lava pijar merapi #lava pijar gunung merapi #Cangkringan Sleman #Kabupaten Sleman #awan panas guguran gunung merapi #awan panas guguran merapi #Kapanewon Cangkringan #lava pijar