SLEMAN - Perayaan malam tahun baru meningkatkan jumlah produksi sampah di Kabupaten Sleman. Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Persampahan menyebut peningkatannya sebesar sepuluh persen.
Kepala UPTD Persampahan Kabupaten Sleman Rita Probowati menyebut, peningkatan sampah di malam tahun baru sebenarnya hanya di tempat-tempat dengan keramaian.
Kebanyakan berupa sampah yang bisa dimanfaatkan kembali, seperti kertas dan botol minuman. "Sampah masih terkendali. Frekuensi penyapuan lebih ditingkatkan dari biasanya," katanya saat dikonfirmasi Rabu (1/12).
Dia menyebut salah satu lokasi dengan peningkatan sampah adalah Lapangan Denggung. Hal ini juga dipengaruhi karena di Alun-alun Sleman tersebut sedang di gelar pasar malam. "Jadi sebagian sampah juga dikelola oleh pihak pasar malam," tambah Rita.
Dia menyebut mayoritas sampah sebenarnya disudah diambil oleh tukang gresek yang berada di lokasi. Umumnya jenis sampah anorganik yang laku dijual. "Untuk sampah anorganik yang tidak laku dijual tapi sesuai dengan kriteria akan dikelola ke TPST," tandasnya.
Sementara itu, salah satu warga yang merayakan tahun baru di Lapangan Denggung Mar'atu Husnia Alfi menyebut, kesulitan menemukan tempat sampah. Jadi, pada beberapa lokasi di lapangan ada gundukan sampah dan pengunjung menaruh sampahnya di sana. "Ditambah kondisi yang hujan jadi terlihat kumuh," katanya.
Editor : Heru Pratomo