Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Di Ujung 2024, Gunung Merapi di Sleman Muntahkan Tujuh Kali Guguran Lava Pijar ke Kali Bebeng, Kali Krasak, dan Kali Sat, Sejauh 1.500 Meter

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 1 Januari 2025 | 14:58 WIB
Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang.  (BPPTKG)
Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang. (BPPTKG)

SLEMAN - Teramati tujuh kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng, Kali Krasak dan Kali Sat) dengan jarak luncur maksimum 1500 meter. 

Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman terkini. 

Periode pengamatan Selasa 31 Desember 2024 pukul 00.00-24.00 WIB. 

Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah. 

Cuaca di Gunung Merapi berawan, mendung, dan hujan. 

Angin bertiup tenang ke arah timur. 

Suhu udara 15-23 °C, kelembaban udara 50-99 %, dan tekanan udara 768-918.7 mmHg. 

Volume curah hujan 42 mm per hari. 

Gunung Merapi kabut 0-I hingga kabut 0-III. 

Asap kawah tidak teramati. 

Terjadi kegempaan guguran 147 kali; kegempaan low frequency satu kali; kegempaan hybrid/fase banyak 36 kali; kegempaan vulkanik dangkal 12 kali; dan kegempaan tektonik jauh dua kali. 

Baca Juga: Mengungkap Fakta Tersembunyi tentang Cokelat: Manfaat Kesehatan yang Jarang Diketahui

Tingkat aktivitas Gunung Merapi LEVEL III SIAGA, ditetapkan sejak 5 November 2020. 

Rekomendasi BPPTKG sebagai berikut:

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. 

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi #awan panas guguran #Kabupaten Sleman #lava pijar