SLEMAN - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sleman melakukan upaya deteksi dini penyalahgunaan narkoba pada awak bus Jumat (27/12/2024). Kegiatan ini diselenggarakan di Terminal Jombor dan Terminal Condongcatur.
Kepala BNN Kabupaten Sleman Kombes Pol Teguh Tri Prasetya menjelaskan, kegiatan ini merupakan kerja sama dengan Dinas Perhubungan DIY dan Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman.
Baca Juga: Toko Sembako di Ponjong Gunungkidul Dilalap Api, Tabung Gas Terbakar Habis Kerugian capai Rp 20 Juta
Teguh menyebut total ada 73 awak bus yang berpartisipasi. Baik dari awak bus antar kota antar provinsi maupun dalam kota. Dia menuturkan, berdasarkan pengujian urine tidak didapatkan hasil positif.
"Ada tujuh parameter. Nanti kalau ada ganja, sabu, atau obat-obatan lain bisa kelihatan. Tapi setelah dicek semua hasilnya negatif," ucapnya.
Teguh menegaskan, kegiatan ini penting untuk memastikan kesiapan awak bus dalam mengemudikan kendaraannya. Terlebih, dalam momen libur panjang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
Dia berharap, penumpang yang akan pergi maupun datang ke wilayah DIY khususnya Kabupaten Sleman jadi bisa merasa tenang dan aman.
Baca Juga: Baznas Purworejo Kumpulkan Dana ZIS Rp 7,94 Miliar di 2024, Sudah Ditasarufkan Rp 7,63 Miliar
"Pengaruh obat bisa membuat ngantuk. Kalau zat aktif nanti bisa menambah adrenalin. Dampak itu tergantung obat yang dikonsumsi," ucapnya.
Dia menjelaskan, BNN Sleman juga telah menyiapkan langkah antisipasi kalau pun ditemukan hasil yang positif. Hal ini dilakukan melalui peninjauan dan asesmen lanjutan untuk dilihat tingkat ketergantungannya. Selanjutnya, baru pengguna diminta melalui proses rehabilitasi.
Dalam kesempatan ini juga dilakukan pengecekan kesehatan. Di sini ditemukan beberapa awak bus yang memiliki tekanan darah cukup tinggi sehingga disarankan beristirahat terlebih dahulu.
"Harapan kami tentu para sopir dalam keadaan sehat. Selain itu, tidak terpengaruh oleh obat-obatan," ucap Teguh. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita