Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BNN Sleman Tekankan pada Strategi Rehabilitasi, Dorong Pecandu Narkoba untuk Berani Melapor

Delima Purnamasari • Jumat, 27 Desember 2024 | 01:31 WIB

 

Kepala BNN Kabupaten Sleman Kombes Pol Teguh Tri Prasetya
Kepala BNN Kabupaten Sleman Kombes Pol Teguh Tri Prasetya

 

 

SLEMAN - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sleman memprioritaskan upaya rehabilitasi untuk penanganan para pecandu narkoba. Untuk itu, diharapkan masyarakat tidak takut untuk melapor.

Kepala BNN Kabupaten Sleman Kombes Pol Teguh Tri Prasetya menjelaskan, pecandu yang melaporkan diri nantinya akan dilakukan penilaian awal untuk melihat ketergantungannya. Apabila nanti masuk golongan sedang cenderung ringan, bahkan bisa direhabilitasi dengan rawat jalan.

Hal ini bisa dikomunikasikan langsung lewat call center BNN Sleman. Teguh menegaskan, identitas pelapor akan dirahasiakan. Menruutnya, sejauh ini masyarakat masih beranggapan kalau lapor langsung ditangkap dan diproses hukum. “Padahal, kalau sukarela justru kami apresiasi," jelasnya, Kamis (26/12).

 Baca Juga: Mengenang Tragedi Tsunami Aceh 2004: Kronologi Detik-detik, Pelajaran hingga Bangkit Paska Bencana

BNN Sleman bersama BNN DIY telah berhasil mengungkap delapan berkas perkara di Kabupaten Sleman sepanjang 2024 ini. Perkara ini melibatkan delapan orang tersangka dengan barang bukti ganja dan sabu-sabu.

Walau demikian, dia menyebutkan pecandu di Kabupaten Sleman lebih banyak menggunakan obat-obatan, seperti pil sapi. Hal ini lantaran harganya yang lebih terjangkau jika dibandingkan dengan sabu-sabu atau ganja. Fokusnya pada usia produktif yang mulai cari jati diri. “Harapannya keluarga bisa ikut mendukung jadi peredaran semakin sempit," ungkapnya.

Saat ditanya soal tempat rawan, Teguh menyebutkan berada di lokasi dengan privilise tinggi. Misalnya, indekos eksklusif atau apartemen. Lokasi semacam itu biasanya tidak sembarang orang bisa masuk. Kalau di hotel dan di tempat hiburan, diminta manajemen buat pesan soal kawasan bebas narkoba. “Jadi ada upaya mencegah," katanya.

 Baca Juga: Mahasiswi di Jogja Disiram Air Keras Saat Malam Natal, Pelaku Sudah Ditangkap

Walau demikian, upaya penanganan ini tidak mudah. Terlebih, dengan terus berkembangnya teknologi dan modus baru yang dilakukan. Teguh menyebut, media sosial juga berperan penting dalam penjualan narkoba ilegal. Potensi pasti ada. “Apalagi banyak perguruan tinggi, penginapan eksklusif, dan ada hiburan malam," ucapnya. (del/din)

Editor : Din Miftahudin
#kawasan rawan #Pecandu Naarkoba #rehabilitasi #BNN DIY #melapor #BNN Sleman #apresiasi