SLEMAN - Tujuh organisasi pemuda lintas agama saling bertemu dan menyampaikan pesan perdamaian. Pertemuan di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Minomartani ini merupakan ajang silaturahmi dalam rangka menyambut datangnya Natal.
Ketujuh perwakilan organisasi itu adalah Ketua Gerakan Pemuda Ansor Addin Jauharudin, Ketua Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma, Ketua Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia Sahat Martin Philip Sinurat, Ketua Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia I Gede Ariawan, Ketua Generasi Muda Konghucu Kristan, dan Wakil Ketua Generasi Muda Buddhis Indonesia Wiryawan, serta Sekretaris Pusat Pemuda Muhammadiyah Agung Wijayanto.
Pendeta GKJ Minomartani Kriswoyo menjelaskan, pertemuan ini merupakan ajang berkoordinasi. Dia menilai usaha ini merupakan berkah untuk menyambut Natal.
"Kami sebagai tuan rumah merasa tersanjung atas kehadiran ini secara khusus," ujarnya.
Cucu Hamengku Buwono (HB) X, Raden Mas Gustilantika Marrel Suryokusumo yang turut hadir mengatakan, silaturahmi pemuda lintas agama ini semakin memperkuat identitas Yogyakarta yang memberikan kebebasan dalam beragama. Dia mengatakan seluruh agama harus dilindungi di Kota Istimewa ini.
Baca Juga: Putri Yuso Jogja Tempati Posisi Empat Kejurnas Antarklub Voli U-19 2024 di Lampung
"Jogja selalu jadi tolak ukur. Baik di bidang pendidikan, kehidupan bermasyarakat, politik, dan beragama," jelasnya
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa yang juga hadir menuturkan, pertemuan ini sesuai dengan semangat Bumi Sembada untuk jadi rumah bersama. Tidak memandang agama, suku, dan keyakinan.
"Mudah-mudahan pertemuan ini bisa menjadi perekat tali persaudaraan," ucapnya.
Sementara Addin, menekankan bahwa Barisan Ansor Serbaguna (Banser) akan terus membanti pengamanan perayaan Natal dan tahun baru di gereja seluruh Indonesia. Baginya, persatuan didasarkan keberagaman harus dikawal oleh seluruh elemen bangsa.
"Nataru ini memang membawa spirit baru. Antar setiap organisasi kepemudaan lintas iman sudah terjalin ada ikatan moral," ucapnya.
Sementara bagi Asat, kunjungan kali ini mengemukakan kesederhanaan, keterbukaan, kabar sukacita, dan kehadiran Allah di dunia. "Semoga silaturahmi ini menguatkan ikatan persatuan dalam keberagaman masyarakat Indonesia," ujarnya.
Hal senada diungkapkan oleh Sahat. Baginya, kehadiran pemuda lintas agama ini adalah contoh baik untuk menjaga perbedaan sebagai kekuatan bangsa. “Selama generasi muda selalu mengutamakan nilai-nilai Pancasila maka bangsa Indonesia akan maju," ujarnya. (del)
Editor : Sevtia Eka Novarita