SLEMAN – Posisi Mazola Junior di kursi kepelatihan PSS Sleman sedang tidak aman. Itu menyusul kekalahan 1-3 dari Persija Jakarta dalam laga di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, Sabtu (21/12) malam lalu.
Hasil buruk itu membawa Super Elang Jawa, julukan PSS Sleman tertahan di peringkat 14 klasemen sementara Liga 1 musim 2024/2025 dengan koleksi 12 poin. PSS masih menyisakan satu pertandingan lagi pada putaran pertama ini, yakni menjamu Madura United yang merupakan tim juru kunci pada (27/12) nanti di Stadion Manahan, Solo.
Manajemen PSS Sleman memang memberikan kesempatan di empat pertandingan di putaran pertama ini kepada Mazola Junior.Dari empat pertandingan itu, hasilnya menahan imbang PSM Makassar 1-1, Jumat (13/12), menang atas PSIS Semarang 2-1, Selasa (17/12), kalah 1-3 dijamu Persija Jakarta, Sabtu (21/12).
Presiden Direktur PT PSS Gusti RandaGusti Randa menyatakan, manajemen PSS Sleman belum bisa memutuskan untuk mengakhiri kontrak Mazola Junior untuk saat ini. Manajemen masih memberikan kesempatan untuk pelatih asal Brasil itu sebelum putaran kedua berlangsung. Artinya nasib Mazola akan ditentukan Desember ini. ”Apakah akan diperpanjang atau tidak, kita lihat lagi," lontarnya.
Dari empat laga selama Desember ini, Mazola diberi target membawa PSS Sleman meraih 15 poin atau mengamankan posisi dari zona degradasi.
Mazola Junior beralasan, kekalahan yang dialami timnya disebabkan karena ada masalah besar di luar lapangan. Beberapa pemain serta dirinya mengalami infeksi makanan yang membuat susah menjalani pertandingan."Di babak kedua, kami tidak ada lagi tenaga karena terkena infeksi makanan," ungkapnya, Minggu (22/12).
Meskipun tidak mau membeberkan nama-nama pemain yang terkena infeksi makanan saat laga melawan tim Macan Kemayoran lalu itu, secara pribadi Mazola menyatakan bahwa dampak dari infeksi makanan itu sangat mengganggu timnya. Apalagi dirinya juga salah satu yang terkena infeksi makanan tersebut."Saya benar-benar mengalami sakit karena infeksi makanan. Selama 40 menit kena demam dan tidak membuat saya bisa kerja di lapangan seperti biasa. Badan saya panas sekali," katanya.
Kendati demikian, Mazola mengaku tetap mengapresiasi perjuangan para anak asuhnya yang sudah bekerja keras di atas lapangan saat melawan Persija Jakarta, meski tim Laskar Sembada harus pulang dengan tangan hampa.
"Taktik-taktik yang saya berikan saat melawan Persija di lapangan dijalankan cukup luar biasa, kami bisa mengimbangi Persija. Kami juga bisa matikan beberapa kombinasi serangan yang dibangun pemain Persija," tegasnya.
PSS Sleman wajib memenangkan pertandingan di laga melawan Madura United mendatang. Selain untuk mengamankan posisinya di dalam klasemen, kemenangan juga sangat berarti untuk menjauhkan tim dari evaluasi. (ayu/din)
Editor : Din Miftahudin