Perempuan harus berdikari. Harus mampu memanfaatkan peluang terutama dalam hal finansial.
Itulah prinsip yang tertanam di benak Halimah, hingga ia sukses menggeluti gurita bisnisnya. Dan kini berdayakan mahasiswa dan ibu rumah tangga di warungnya.
MEITIKA CANDRA LANTIVA, Sleman
Membangun bisnis bukan hal asing lagi bagi Halimah, meski itu tidak mudah.
Ada jatuh bangun. Kadang rugi, kadang untung. Namun baginya itu hal biasa.
Halimah yakin jika berbisnis dengan jujur dan niatan baik, akan menghasilkan berkah tersendiri.
"Kun fayakun, kita berusaha pasti ada jalannya, ada hasilnya," ungkapnya penuh keteguhan hati.
Saat disambangi di kedainya, Jumat (20/12/2024) perempuan asal Mendiro, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman ini menceritakan, berbagai usaha pernah ia coba. Mulai dari penebas jagung, jualan es degan, persewaan sepur mini, jualan camilan dititipkan ke warung-warung dan terbaru warung bakso dan pecel lele.
Sempat jungkir balik mengembangkan usahanya, namun ia tak patah arang. Dan terus mencoba, dari ceruk penghasilan dan tabungan lalu ia dirikan bisnis ini.
Yakni, warung bakso, Ambakso Rp 20 ribu sepuasnya di Jalan Persatuan Condongcatur, Dusun Karangasem, Padukuhan Gempol, Kalurahan Condongcatur, Depok, Sleman.
"Ini salah satu usaha kuliner yang saya bangun. Buka 3 Desember (2024, Red) lalu," terang Halimah saat ditemui di kedainya, Jumat (20/12/2024).
Kedai ini dibuka bukan semata mencari keuntungan namun juga untuk berbagi.
Melalui konsep membayar Rp 20 ribu, pengunjung bebas meracik dan mengambil bakso sepuasnya dalam satu mangkok dan harus dihabiskan di tempat.
Berbeda dari warung bakso pada umumnya, konsep "ambil sepuasnya" ini sifatnya prasmanan.
Berdayakan Mahasiswa dalam Hal Pelayanan dan Manajerial
Tak sendirian, Halimah mengelola bisnisnya dengan memberdayakan mahasiswa untuk melakukan manajerial.
Semua pengelolaan kedainya, ia percayakan pada sekelompok mahasiswa dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Dengan menunjuk salah satu mahasiswa sebagai koordinator dan menejerialnya.
Tugasnya macam-macam. Mulai dari belanja di pasar, pelayanan, kasir serta mendokumentasikan dan mengelola akun medsos.
Saat ini, sekitar 13 mahasiswa diberdayakan di kedainya.
"Saya mengajak mahasiswa, biar mereka itu terdidik mandiri," ungkap Halimah.
Kuliah dan bekerja. Sehingga tidak hanya mengandalkan kiriman uang dari orang tua.
Halimah menyebut, tujuan merekrut mahasiswa, yaitu menciptakan peluang kerja bagi gen z untuk mengembangkan kreativitas dalam mengelola bisnis. Menuangkan kegiatan positif.
Gandeng Ibu Rumah Tangga dalam Hal Produksi
Nah, untuk proses produksi bakso ia percayakan kepada ibu rumah tangga sekitar. Ia menggandeng ibu rumah tangga yang tak berpenghasilan untuk terjun di dalamnya.
Halimah menilai, dewasa ini ibu rumah tangga dituntut mampu mencukupi kebutuhannya sendiri, dan tidak serta merta mengandalkan gaji suami.
Apalagi saat ini ekonomi semakin sulit. Jangan sampai banyak ibu-ibu depresi hingga mengakhiri hidup karena kesulitan ekonomi.
Itu yang Halimah fikirkan bagaimana dalam usahanya, ibu rumah tangga tak berpenghasilan, ibu yang merangkap kepala rumah tangga, diberdayakan.
"Sementara ada dua (ibu rumah tangga, Red) yang diberdayakan, harapannya bisa tambah," imbuh perempuan usia 53 tahun itu.
Omzet
Belum genap sebulan buka, warungnya ramai pengunjung.
Warung yang buka tiap hari pukul 09.00 -23.30 WIB ini menghasilkan omzet belasan juta sejak awal dibuka.
Manajer Kedai Ambakso Faiz Imamulkhoir mengatakan, sejak awal di buka, omzet hariannya tembus dari target Rp 2 juta per harinya.
"Bahkan beberapa kali, omzet tembus dua kali lipat, Rp 4 juta per hari," katanya.
Menurutnya antusias pengunjung luar biasa. Banyak yang penasaran dengan konsep warung bakso tersebut. "Peminat terbanyak rata-rata mahasiswa," beber mahasiswa Ilmu Komunikasi UNY itu.
"Alhamdulilah omsetnya memenuhi target, saat ini kami sudah memiliki tabungan Rp 18 juta," imbuh Halimah.
Rencana Bisnis Baru, Selaras dengan Jiwa
Tak berhenti di sini, Halimah terus ingin membangun ladang bisnis. Lokasinya tak jauh dari kedai baksonya saat ini.
Kedai angkringan nantinya bakal terhubung dengan kedai bakso, Ambakso.
"Mudah-mudahan dalam waktu dekat. Juga akan dibuka cabang lagi, warung bakso," bebernya.
Halimah ingin memberdayakan mahasiswa. Selain kuliah mereka bisa mengambil shift kerja.
Lalu memberdayakan ibu rumah tangga yang tidak memiliki penghasilan.
"Serta menyediakan lapangan kerja bagi siapapun yang membutuhkan pekerjaan," tambahnya.
Di usia kepala lima ini, Halimah ingin sama rasa bagaimana membangun bisnis yang selaras dengan jiwanya, membantu sesama. "Meraih keberkahan," tandasnya.
Editor : Meitika Candra Lantiva