Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lomba Burung Berkicau Digelar di Lapangan Pemda Sleman, Ada Empat Kriteria Penting untuk Para Kicau Mania!

Delima Purnamasari • Senin, 16 Desember 2024 | 03:19 WIB

 

Peserta mengikutsertakan burung kicau peliharaannya dalam Lomba Burung Berkicau BnR Award kategori Burung Cucak Ijo, di Lapangan Pemkab Sleman Minggu (15/12/2024).
Peserta mengikutsertakan burung kicau peliharaannya dalam Lomba Burung Berkicau BnR Award kategori Burung Cucak Ijo, di Lapangan Pemkab Sleman Minggu (15/12/2024).
 

SLEMAN - Lomba burung berkicau digelar di Lapangan Pemda Sleman pada Minggu (15/12/2024). Dalam acara bertajuk BnR Award 2024 ini, ada empat indikator penting yang harus diperhatikan bagi para kicau mania. 

Pendiri Yayasan BnR Boy mengatakan, pihaknya menerapkan beberapa strategi dalam pengembangan dunia burung. Mulai dari menyelaraskan lomba yang digelar agar tidak bertabrakan dengan daerah lain, mengatur manajemen tiket agar hadiah lomba bisa maksimal, hingga membuat sistem perlombaan. 

 Baca Juga: Percepat Investasi di Purworejo, Perbup RDTR Kawasan Sekitar Badan Otorita Borobudur (BOB) Akan Disyahkan 2025 Mendatang

"Antusiasme hari ini banyak dari seluruh Indonesia. Ada Kalimantan, Bali, Samarinda. Tiket yang terjual lebih dari 2.000," katanya. 

Boy mengatakan, dalam sistem perlombaan ini dia menekankan empat kritera untuk menentukan pemenang. Mulai dari durasi kerja kicauan, irama lagu, volume, dan fisik burung. 

 Baca Juga: Wakil Sekretaris DPP PDI Perjuangan Utut Adianto Buka Suara soal Wacana Kepala Daerah Dipilih DPRD

"Fisiknya harus sempurna. Tidak bisa kalau bulunya brodol atau kakinya cacat. Kalau itu dilombakan tidak akan dinilai," jelasnya. 

Dia juga mengaku membuat sistem penilaian untuk tiap-tiap jenis burung. Di sisi lain, melakukan pendidikan khusus untuk para juri. 

 Baca Juga: Satu Wisatawan Meninggal di Titik Nol KM Jogja, Korban Berasal dari Surabaya, Diduga Terkena Serangan Jantung

Pada kompetisi ini sendiri terdapat berbagai kelas yang dibuka. Misalnya, Kelas United untuk Murai Batu, Holic untuk Cucak Ijo, hingga Oma Sangkar untuk Murai Baru dan Murai Batu Muda. 

Boy sendiri mengatakan, kompetisi semacam ini juga membangkitkan semangat penangkaran dan konservasi. Hal ini mengingat burung memiliki nilai ekonomis, gengsi, dan kompetisi.

 

 

"Mereka yang menangkarkan burung itu bisa dijual kemana-mana dan mengikuti lomba," katanya. 

Salah satu peserta asal Sleman Yogi Hermawan mengaku, mengikuti empat kelas untung burung jenis Punglor. Dia mengaku tidak ada persiapan khusus, tetapi tetap optimis bisa juara. 

"Kalau kicauan dan suara burung itu sebenarnya bawaan," ucapnya. (del) 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#kicau mania #Lapangan Pemda Sleman #Lomba Burung Berkicau #kicauan anas #samarinda #kalimantan #BnR Award 2024 #bali #burung #Indonesia #indikator