SLEMAN - Omah Jadah Kaliurang dikenal sebagai tempat menjual oleh-oleh. Namun, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman mendorong agar lokasi ini juga jadi wisata edukasi.
Kepala Disperindag Kabupaten Sleman Mae Rusmi Suryaningsih menjelaskan, pengembangan kuliner jadah tempe bukan sekadar masalah ekonomi. Namun, sebagai warisan tak benda, usaha ini merupakan bagian dari pelestarian budaya.
Baca Juga: Sasar Daerah Sulit Air, PDAM Tirta Handayani Sebut 61 Ribu Rumah di Gunungkidul Dialiri Air Bersih
"Nanti 20 tahun ke depan para perintis jadah tempe ini sudah sangat sepuh. Jadi kami berusaha agar jadah tempe tetap eksis dan lestari," ucapnya.
Meski demikian, hal tersebut tidak mudah dilakukan. Hal ini lantaran di wilayah Kaliurang terdapat banyak pengelola, alur destinasi masih harus diperjelas, serta perlu adanya perbaikan grand design.
Upaya ini dilakukan agar semua elemen bisa menjadi satu kesatuan meski dengan pengelola yang berbeda-beda.
"Di Omah Jadah itu ada lebih dari seratus UMKM. Tapi untuk edukasinya memang fokus pembuatan jadah tempe," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Tim Kelembagaan Perencanaan Bisnis Omah Jadah Didik Purwadi mengatakan, upaya pengembangan ini tidak bisa dilakukan oleh Disperindag Sleman saja. Namun, harus berkolaborasi dengan pemerintah provinsi, kalurahan, hingga tiap-tiap lokasi di Kaliurang.
"Sebagai wisata edukasi itu ketika orang datang bisa belajar sejarah jadah tempe. Lalu disajikan, ikut membuat, mencicipi, hingga membeli produk," katanya.
Baca Juga: Tempat Parkir Penuh, Bus Nekat Berhenti di Jogging Track Alun-Alun Kebumen
Salah satu program yang dia nilai dapat dilakukan adalah membuat wajib kunjung bagi siswa SD. Hal ini juga sebagai upaya untuk mendidik anak-anak generasi penerus bangsa.
"Omah jadah ini sangat berpotensi untuk dijadikan wadah edukasi. Pengembangan wisata itu tidak bisa berdiri sendiri," ucap Didik. (del)
Editor : Sevtia Eka Novarita