Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi Muntahkan 11 Kali Guguran Lava Pijar ke Arah Barat Daya Sejauh 1.600 Meter

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 5 Desember 2024 | 12:25 WIB
Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang.  (BPPTKG)
Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang. (BPPTKG)

SLEMAN - Teramati 11 kali guguran lava ke arah Barat Daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter.

Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman terkini.

Periode pengamatan Rabu 4 Desember 2024 pukul 00:00-24:00 WIB.

Gunung Merapi memilikiketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman DIY, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah.

Cuaca di Gunung Merapi cerah, berawan, mendung, dan hujan.

Angin bertiup tenang ke arah barat, dan timur.

Suhu udara 17.9-26 °C, kelembaban udara 69-99 %, dan tekanan udara 768-918.7 mmHg.

Volume curah hujan 90 mm per hari.

Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-III, kabut 0-II.

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 350 m di atas puncak kawah.

Terjadi kegempaan Guguran (198 kali), kegempaan Low Frekuensi (sekali), kegempaan Hybrid/Fase Banyak (74 kali), dan kegempaan Tektonik Jauh (sekali).

Baca Juga: Pemkab Purworejo Hibahkan 6.696 Alat Kesenian Senilai Rp 4 Miliar untuk 269 Grup Kesenian

Tingkat aktivitas Gunung Merapi Level III (Siaga) ditetapkan sejak 5 November 2020.

Rekomendasi BPPTKG sebagai berikut:

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (Iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi #awan panas guguran #Erupsi Merapi #Kabupaten Sleman #lava pijar