SLEMAN - Teramati 11 kali guguran lava ke arah Barat Daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter.
Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman terkini.
Periode pengamatan Rabu 4 Desember 2024 pukul 00:00-24:00 WIB.
Gunung Merapi memilikiketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman DIY, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah.
Cuaca di Gunung Merapi cerah, berawan, mendung, dan hujan.
Angin bertiup tenang ke arah barat, dan timur.
Suhu udara 17.9-26 °C, kelembaban udara 69-99 %, dan tekanan udara 768-918.7 mmHg.
Volume curah hujan 90 mm per hari.
Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-III, kabut 0-II.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 350 m di atas puncak kawah.
Terjadi kegempaan Guguran (198 kali), kegempaan Low Frekuensi (sekali), kegempaan Hybrid/Fase Banyak (74 kali), dan kegempaan Tektonik Jauh (sekali).
Baca Juga: Pemkab Purworejo Hibahkan 6.696 Alat Kesenian Senilai Rp 4 Miliar untuk 269 Grup Kesenian
Tingkat aktivitas Gunung Merapi Level III (Siaga) ditetapkan sejak 5 November 2020.
Rekomendasi BPPTKG sebagai berikut:
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (Iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin