SLEMAN - Warga telah lama mengeluhkan ruas Jalan Ngapak-Kentheng yang rusak dan sebabkan banyak kecelakaan. Sebagai bentuk protes, berbagai baliho turut dipasang. Di antaranya, “Anda memasuki kawasan jalan propinsi yang dianak tirikan", " Sayangi nyawa anda jangan ngebut anda memasuki wilayah jalan rusak," hingga "Dalan iki masuk Jogja lho ning elekk."
Salah satu warga sekitar Wagino menuturkan, kerusakan ini dirasakan oleh warga Kapanewon Godean, Moyudan, dan Minggir. Menurutnya, kerusakan terjadi karena adanya pemasangan pipa air, tetapi jalan tidak dikembalikan sesuai dengan kualitas semula.
Baca Juga: Mengenal Mikoprotein, Alternatif Protein Bergizi dan Ramah Lingkungan di Masa Depan
"Pipanya kedalaman dua meter. Sudah diurug dan dicor, tapi sekarang bergelombang," ucapnya.
Protes sendiri sudah dilakukan sejak Maret. Wagino mengatakan, lubang di jalan juga sempat ditanami pohon pisang.
Baca Juga: Hasil Penyelidikan Ditemukan Pungli, SMP N 19 Purworejo Diminta Kembalikan Uang
Hal senada juga dijelaskan oleh Kepala Dukuh Sumber Wasibuana. Menurutnya, kerusakan jalan menyebabkan banyak kecelakaan, bahkan sampai meninggal dunia. "Beberapa (jalan diperbaiki dengan cara, Red) ditambal, tetapi tetap tidak bagus. Harus diperbaiki lagi," ucapnya.
Dia mengatakan ada lebih dari sepuluh padukuhan yang terdampak. Masing-masing sudah sepakat memasang baliho besar sebanyak empat buah. Itu belum terhitung untuk yang berukuran kecil. Menurutnya, masyarakat akan mengadakan pertemuan kembali apabila keluhan ini semakin lama tidak ditanggapi.
"Harapannya tentu bisa segera diperbaiki jalannya agar lancar," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga DPUP-ESDM DIY Wira Sasongko Putro mengatakan, Jalan Ngapak-Kentheng ini akan diperbaiki pada 2025 mendatang.
"Dinas PUPESDM DIY telah mengusulkan penanganan ruas jalan dari Pasar Godean ke barat tersebut. Saat ini masih proses APBD 2025," katanya.
Dia mengaku, penjelasan lebih detail baru bisa disampaikan ketika dokumen pelaksanaan anggaran 2025 sudah ditetapkan. "Kami khawatirnya apabila apa yang kami sampaikan berbeda dengan anggaran yang ditetapkan di APBD 2025, nanti menjadi berita yang kurang valid," katanya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita