Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Setelah Diberikan Pelatihan, Dewan Pengurus Daerah Paguyuban Panatacara Yogyakarta Kabupaten Sleman Gelar Lomba Pranatacara untuk Anak Muda

Delima Purnamasari • Rabu, 4 Desember 2024 | 03:19 WIB

 

 

Penyelenggaraan lomba pranatacara oleh DPD PPY Kabupaten Sleman
Penyelenggaraan lomba pranatacara oleh DPD PPY Kabupaten Sleman

SLEMAN - Para anak muda di masing-masing kapanewon maupun kalurahan diberikan pelatihan mengenai pranatacara. Selanjutnya, hasil latihan tersebut diujikan dalam lomba yang diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Daerah Paguyuban Panatacara Yogyakarta (DPD PPY) Kabupaten Sleman pada Selasa (3/12/2024) di Pendopo Rumah Dinas Bupati.

Ketua DPD PPY Kabupaten Sleman Agus Wiranto menjelaskan, pelatihan dilakukan selama 16 jam pelajaran. Di dalamnya mencakup berbagai materi. Misalnya, bahasa dan sastra, busana, cara berbicara, hingga penulisan naskah.

 Baca Juga: Kota Jogja Juara Umum Kejurda Judo 2024, Ajang Pengda PJSI DIY untuk Melakukan Seleksi Para Pejudo DIY

"Di sini para peserta dievaluasi untuk melihat sejauh mana pemahaman dan latihan yang didapat," ucapnya.

Menurut Agus, hal ini sangat penting lantaran pranatacara merupakan bagian dari kebudayaan nasional. Di sisi lain, para pemuda merupakan generasi penerus bangsa ke depannya.

 Baca Juga: Selesai di 26 Kecamatan, KPU Kebumen Mulai Gelar Pleno Terbuka Rekapitulasi Pilkada 2024

"Kami mencoba untuk menggugah mereka untuk mencintai bangsa dengan mempelajari bahasa dan sastra khususnya pranatacara," katanya.

Di sini masing-masing perwakilan terdiri dari satu orang perempuan dan satu laki-laki. Satu orang bertugas untuk praktik pranatacara. Sementara sisanya untuk sesorah atau pidato.

Agus berharap, kegiatan ini bisa menjadi salah satu solusi atas persepsi masyarakat soal bahasa Jawa yang sulit dikuasai. Padahal, dia menilai ini merupakan hal yang mudah apabila diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 Baca Juga: Kota Magelang Punya Pemimpin Baru, Hasil Rekapitulasi KPU Pasangan Damai Unggul atas Petahana

"Pranatacara ini juga bisa untuk pekerjaan profesional. Kebutuhan pembawa acara menggunakan bahasa Jawa itu besar," kata Agus.

 

 

Dia turut berharap agar pemerintah semakin memberikan dukungan untuk pengembangan bahasa dan sastra bahasa Jawa. "Saat ini kami sendiri semakin berkembang. Tidak hanya fokus pada pranatacara, tetapi juga materi soal unggah-ungguh dan sinoman," katanya.

Sementara itu, salah satu peserta lomba dari Kapanewon Moyudan Riska Nur Latifa menyebut, selama pelatihan dia diberikan materi dan diminta untuk praktik. Di wilayahnya, peserta pelatihan ada sekitar 30 orang dan untuk lomba ini dipilih dua sebagai delegasi.

"Sebenarnya saya juga masih awam, tapi beberapa kali ikut pelatihan jadi ada ketertarikan," ucapnya. (del)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#persepsi #pengembangan #anak muda #pelajaran #Ketua #busana #lomba #naskah #pendopo #Penerus Bangsa #pelatihan #praktek #Praktik #generasi #Penulisan #Dewan Pengurus Daerah #nasional #pidato #kalurahan #sinoman #sesorah #rumah dinas bupati #Delegasi #latihan #Peserta #materi #sastra #kapanewon #bahasa jawa #kebudayaan #dpd #Bahasa #Kabupaten Sleman #Pranatacara #Moyudan #PPY #masyarakat #pemahaman #Paguyuban Panatacara Yogyakarta #pembawa acara