SLEMAN - Saat ini Bumi Sembada tengah dalam masa siaga darurat bencana hidrometeorologi. Bagi rumah terdampak yang rusak total, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman menyiapkan bantuan hingga Rp 50 juta.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman Makwan menjelaskan, hal tersebut sesuai dengan Peraturan Bupati Sleman Nomor 56 Tahun 2021 tentang Pedoman Pengelolaan Bantuan Bencana. "Kami lakukan penilaian untuk melihat jumlah kerusakannya. Jumlah itu yang kami berikan," jelasnya saat ditemui Senin (2/12/2024).
Makwan menuturkan, bantuan juga dapat diberikan pada korban untuk membantu pengobatan. Mereka yang sampai menjalani rawat inap bisa menerima bantuan paling banyak sebesar Rp 20 juta.
"Bantuan yang kami berikan untuk permukiman adalah bagian dari bansos tidak terencana. Sangat situasional," ucapnya.
Makwan menyebut, alokasi bantuan tidak terduga (BTT) ini sejumlah Rp 12 miliar. Namun, anggaran tersebut juga dapat dipakai oleh organisasi perangkat daerah lainnya. Seperti dinas sosial dan dinas kesehatan.
Dia turut mengingatkan, bahwa semua wilayah di Kabupaten Sleman rawan terhadap bencana hidrometeorologi. Berupa angin kencang dan hujan deras. Sementara untuk dampaknya berupa tanah longsor beberapa wilayah yang memiliki ketinggian lebih jadi perhatian tersendiri.
"Wilayah Prambanan, Godean, Seyegan, Gamping, Pakem, dan Cangkringan itu ada potensi longsor," jelasnya.
Sementara itu, Lurah Mororejo Jaka Ristanta turut mengingatkan agar masyarakat selalu waspada. Di wilayahnya sendiri angin kencang yang membuat pohon ambruk sudah membuat salah seorang warganya terluka.
"Sekiranya ada pohon yang rawan tumbang, melalui dukuh di 13 padukuhan saya minta untuk ditebang. Antisipasi jangan sampai menimpa rumah," ucapnya.
Dengan demikian, dia berharap kejadian serupa tidak lagi terjadi ke depannya. Apalagi sampai menimbulkan korban. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita