SLEMAN - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman menyebut hanya memiliki tiga armada untuk layanan keliling. Jumlah ini dinilai belum ideal dengan luas jangkauan di selruuh Kabupaten Sleman. Dengan tiga armada ini, baru 80 sekolah dasar yang bisa diakomodasi.
Kepala Bidang Pembinaan dan Pengelolaan Perpustakaan Christiana Rini Puspitasari menuturkan, setiap armada tersebut rata-rata melayani dua sekolah dalam sehari. Untuk satu kali pelayanan, armada perpustakaan keliling ini akan berhenti selama dua jam di sekolah yang mengajukan permohonan."Permintaannya memang tinggi. Terkadang kami juga pakai mobil biasa dan bukunya dibawa menggunakan boks. Jadi kurang menarik," jelasnya.
Dalam setiap satu armada, Rini menyebut ada sekitar 100 buku yang tersedia. Nantinya setiap siswa bisa membaca di tempat. Selain itu, apabila ada buku yang menarik juga bisa dipinjam."Kalau total sekolah dasar di Sleman itu lebih dari 500. Jadi memang armada kami kurang," ucapnya.
Pelayanan sendiri dilakukan setiap hari Senin hingga Jumat. Namun, khusus hari Selasa diliburkan lantaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan akan fokus melayani kegiatan Kunjung Perpustakaan."Kami juga terbatas sumber daya manusianya. Semuanya harus dibagi-bagi," ucap Rini.
Menurut Rini, beberapa sekolah juga minta dilayani hingga tiga kali setahun. Dia menilai ini adalah hal yang wajar lantaran siswa sekolah dasar umumnya bersemangat saat menyambut datangnya perpustakaan keliling.
Oleh sebab itu, dia mengaku membuat standar prioritas dalam melakukan pelayanan. Mulai dari kebutuhan dan keinginan sekolah hingga data kuantitas sekolah dikunjungi oleh armada keliling. Terlebih, ada juga PAUD yang minta dilayani."Kalau koleksi perpustakaan di sekolah kurang juga bisa saling pinjam dengan koleksi dari armada keliling," ucapnya.
Baca Juga: Aset Tanahnya Terdampak Tol Jogja-Bawen, Pemkot Magelang Dapat UGR Rp 832 Juta
Rini hanya berharap, ada anggaran yang lebih besar sehingga nantinya pengadaan buku bisa lebih masif dilakukan. Dengan demikian, buku yang rusak bisa diganti dan keinginan buku dari siswa dapat diakomodasi."Kalau melek literasi, ke depan mereka akan mudah dalam memecahkan masalah. Imajinasi anak-anak juga akan terasah," tuturnya.
Sarjana Lulusan Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Umi Muharamah menjelaskan, keberadaan perpustakaan keliling sangat penting. Hal ini lantaran akses perpustakaan dan bacaan itu belum merata untuk semua wilayah."Perpustakaan keliling buat anak sekolah juga bisa ngasih pengalaman yang khas," ucapnya. (del)
Editor : Din Miftahudin