Dia mengaku sempat mundur dari waktu yang direncanakan lantaran menunggu cucu yang menangis.
Kustini menuturkan, akan mencoblos pada pukul 09.00. Namun, mundur hingga pukul 10.00.
"Anak saya punya bayi, terus tadi nangis jadi menunggu dulu," katanya.
Dia mengaku tak ada persiapan khusus sebelum mencoblos. Semalam dan sebelum berangkat hanya melakukan doa bersama.
Bersama keluarga yang berkumpul di rumahnya, Kustini berjalan kaki menuju TPS. Sepanjang jalan dia turut sempatkan untuk bertegur sapa dengan masyarakat.
"Pilihan ini adalah bentuk demokrasi. Semoga dalam pilihan ini Sleman aman sentosa dan tidak ada kendala suatu apa pun," jelasnya.
Kustini menuturkan setelah melakukan pencoblosan akan menunggu hasil di rumah sembari beristirahat.
Dia mengaku optimis bisa menenangkan kontestasi pilkada ini meski tidak menargetkan angka secara khusus.
Walau demikian, sebagai bupati dia mengimbau masyarakat untuk mendukung siapa pun yang nanti terpilih.
Pasangan calon yang kalah pun harus menerima hasil.
"Keamanan harus dijaga bersama-sama oleh semua," pesannya.
Sementara itu, Ketua KPPS Solichun menuturkan, jumlah daftar pemilih tetap di TPS 21 ada 591 orang.
Namun, ada tiga orang yang meninggal sehingga menjadi 588 orang saja.
"Kami mulai pemilihan pukul tujuh hingga nanti pukul satu siang," ucapnya.
Menurutnya, ada delapan orang keluarga dari Kustini yang terdaftar dalam TPS. Baik itu suami, anak, hingga menantu.
"Alhamdulillah hingga saat ini pelaksanaan suara berjalan normal tidak ada kendala apapun," ucapnya. (
Editor : Bahana.