SLEMAN - Akses dan kelangsungan pendidikan menengah bagi semua anak di DIY harus mendapatkan jaminan dari pemerintah daerah, tanpa kecuali. Pemda DIY memiliki tanggung jawab terhadap penyelenggaraan pendidikan SMA dan SMK. Sedangkan pemerintah kabupaten/kota se-DIY tanggung jawabnya berada di jenjang SD dan SMP.
Jaminan agar setiap anak mendapatkan fasilitasi pendidikan itu antara lain diwujudkan dengan adanya program beasiswa pendidikan menengah. Program yang diinisiasi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY tersebut mendapatkan dukungan penuh dari DPRD DIY.
Karena dinilai baik dan dibutuhkan masyarakat, sosialisasi program beasiswa itu harus terus disampaikan ke masyarakat. Tujuannya agar diketahui publik dan mudah diakses. Sebab, masyarakat mengetahui tata cara pengajuannya.
“Sosialisasi tersebut seperti dalam pertemuan hari ini. Semoga pulang dari sosialisasi ini panjenengan semua yang ikut menjadi peserta menjadi paham prosedur untuk mengakses beasiswa," ucap Anggota DPRD DIY Koeswanto saat menjadi narasumber sosialisasi Beasiswa Pendidikan Menengah Tahun 2024 di Balai Kalurahan Sidoarum, Godean, Sleman, pada Jumat (22/11/2024).
Diingatkan, meski Sidoarum termasuk kalurahan yang paling dekat dengan Kota Jogja jika dibandingan kalurahan lain di Kapanewon Godean, Koeswanto menilai informasi mengenai beasiswa pendidikan menengah itu perlu terus disosialisasikan. Dia mengaku gembira saat melihat respons dan antusiasme peserta. Dari 50 orang yang diundang, seluruhnya hadir mengikuti sosialisasi tersebut.
"Sidoarum sendiri adalah domisili saya. Jadi saya juga merasa punya kewajiban. Beban saya sedikit terkurangi karena sudah menyampaikan sosialisasi ini," jelasnya.
Koeswanto optimistis penyaluran beasiswa untuk memberikan kepastian pendidikan dapat ikut menyelesaikan persoalan pendidikan yang kerap terjadi. Perbaikan pendidikan berdampak bagi pembentukan karakter. Dengan demikian, bisa memperkuat predikat DIY sebagai kota budaya. "Pendidikan meningkatkan kebudayaan sebagai bagian dari jati diri bangsa," tandasnya.
Di tempat sama, Staf Seksi Sekolah Menengah Atas (SMA) Bidang Sekolah Menengah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY Alex Haryoko menuturkan, pemberian beasiswa ini diharapkan bisa meningkatkan angka partisipasi pendidikan. Semua siswa berhak mendapatkan pendidikan yang layak terlepas apa pun masalahnya.
Ada empat program beasiswa pendidikan menengah yang dilaksanakan Tahun Anggaran 2024 ini. Sumber anggarannya dari dana keistimewaan. Pertama, beasiswa kartu cerdas. Setiap siswa diberikan uang tunai sebesar Rp 1,5 juta setiap tahun. Total beasiswa yang disediakan Rp 21,3 miliar.
“Beasiswa kartu cerdas tahun ini sudah diterima 14.230 siswa. Mereka adalah siswa SMA dan SMK dari kelas satu hingga tiga," terang Alex.
Kedua, beasiswa jaminan kelangsungan pendidikan untuk siswa yang lulus di sekolah swasta tapi ijazahnya masih ditahan karena kurang biaya. Setiap siswa maksimal mendapatkan bantuan Rp 4 juta. Sampai saat ini telah ada 600 murid SMA/SMK yang menerima manfaatnya.
Selanjutnya, ketiga, beasiswa retriveral untuk lulusan SMP yang tidak melanjutkan sekolah atau siswa putus sekolah di jenjang SMA atau SMK. Sudah ada 200 orang yang menerima dengan nominal masing-masing Rp 3 juta tiap tahun.
Keempat atau terakhir, beasiswa perlengkapan peserta didik. Bentuknya berupa tas, sepatu, seragam sekolah, hingga alat tulis. Setiap paketnya senilai Rp 850 ribu untuk 235 siswa SMA dan 235 siswa SMK. Sampai saat ini keempat program beasiswa tersebut seluruh anggarannya telah terserap. “Sosialisasi ini merupakan persiapan untuk Tahun Anggaran 2025," jelasnya.
Pemberian beasiswa ini melalui mekanisme tertentu. Mulai sosialisasi, sekolah mengajukan usulan calon penerima beasiswa, dinas melakukan seleksi dan verifikasi, hingga gubernur menetapkan penerima dan besaran beasiswa. Dilanjutkan penyaluran beasiswa.
"Kami juga dapat membatalkan beasiswa yang sudah diberikan kalau siswa melakukan tindak kriminal atau pindah ke sekolah di luar DIY," ingat birokrat asal Sukoharjo, Surakarta ini. (del/kus)
Editor : Sevtia Eka Novarita