Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mahasiswa UGM dan Masyarakat Padukuhan Jaban Sleman Revitalisasi Sungai Boyong, Dulu Penuh Sampah Kini Disiapkan Jadi Objek Wisata

Fahmi Fahriza • Sabtu, 23 November 2024 | 23:49 WIB
Mahasiswa UGM bersama warga Jaban bersinergi merevitalisasi sungai Boyong, yang tadinya penuh sampah kini dikelola menuju objek wisata air.
Mahasiswa UGM bersama warga Jaban bersinergi merevitalisasi sungai Boyong, yang tadinya penuh sampah kini dikelola menuju objek wisata air.

SLEMAN - Kolaborasi apik terjalin antara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Komunitas Pegiat Lingkungan Sungai (KPLS) Boyong, yang berada di Jaban, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman.

Perwakilan dosen Hubungan Internasional (HI) UGM Suci Lestari Yuana menerangkan, bahwa kolaborasi tersebut secara garis besar adalah upaya berkelanjutan dalam revitalisasi Sungai Boyong bersama para warga.

"UGM sudah menjalin kolaborasi dengan warga Jaban untuk revitalisasi sungai ini kurang lebih sejak 2016 silam," katanya, Sabtu (23/11/2024).

Nah, pada kesempatan ini mereka berkolaborasi membuat festival menarik melalui Boyong Edu Festival 2024.

Kegiatan berlangsung akhir pekan ini, yakni pada 23-24 November 2024 di pesisir Sungai Boyong.

Festival tersebut merupakan hasil gagasan lintas disiplin, antara Kelas Ekonomi Politik Pembangunan dari Departemen HI dan Kelas Metode Riset dari Departemen Manajemen Kebijakan Publik (MPK) UGM.

"Ini adalah perwujudan dari semangat kolaborasi lintas disiplin yang dirancang menghasilkan perubahan nyata dan berkelanjutan," imbuhnya.

Sebanyak 160 mahasiswa dalam 20 tim dikerahkan untuk mempresentasikan kepada warga mengenai masalah dan solusi yang mungkin bisa dilakukan untuk mendukung revitalisasi Sungai Boyong agar ke depannya dapat memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat sekitar.

Suci menuturkan, festival ini sejatinya untuk memperkuat sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan terkait revitalisasi Sungai Boyong serta penerapan konsep ekonomi sirkular bagi masyarakat sekitar.

"Mahasiswa sudah meneliti lapangan sejak September lalu, untuk identifikasi tantangan lingkungan di sekitar Sungai Boyong dan merumuskan solusi inovatif," bebernya.

Berdasarkan riset, Sungai Boyong sendiri belum sepenuhnya optimal dimanfaatkan oleh warga sekitar.

Justru banyak ditemukan tumpukan sampah yang memenuhi kawasan sungai.

Padahal jika dicermati jeli, Sungai Boyong memiliki potensi lebih. Bisa dijadikan kawasan wisata menarik. Salah satunya wisata air.

"Selama ini UGM sering melakukan riset di sini, akhirnya kerjasamanya terjalin lebih lanjut, dan ada perencanaan sungai Boyong jadi tempat wisata," bebernya.

ketua KPLS Susanto mengungkapkan, kehadiran tim UGM di sungai Boyong selama beberapa tahun belakangan, memberi dampak positif yang signifikan.

Warga Jaban tersebut merinci, beberapa aspek krusial mulai dari pemahaman ekosistem sungai, konsep wisata tanggap bencana, hingga pemberian benih ikan turut difasilitasi oleh UGM.

"Kami terbantu di banyak sekali hal dengan kehadiran UGM di sini, dan harapannya bisa terus dijalankan kerjasamanya," ucapnya.

Susanto pun menjelaskan latar belakang terbentuknya KPLS.

Terbentuknya KPLS diawali dari keprihatinan warga sekitar, karena sungai Boyong kerap menjadi tempat pembuangan sampah.

Pada 2016, beberapa warga menginisiasi terbentuknya KPLS dan bertahan hingga sekarang.

Anggotanya terdiri dari semua kalangan baik pemuda maupun orang tua. Adapun total anggota aktif kurang lebih 60 orang.

"Kami rutin membersihkan sampah di sungai ini setiap hari Minggu, dan kami sedang mengupayakan untuk jadi tempat wisata air," bebernya.

Rencananya, sungai hendak disulap menjadi area rafting dengan jarak kurang lebih 1 Kilometer.

"Kami sendiri sedang siapan banyak hal, dari teknis sampai penanganan bencana," sambungnya.

Untuk kesiapan SDM, lanjut Susanto melibatkan segenap warga setempat dan lintas disiplin ilmu.

Mereka akan bahu-membahu di semua sektor.

Demi kesiapan SDM, anggota diberikan pelatihan seputar mitigasi bencana dan wisata tanggap bencana.

"Semoga bisa tercapai, dan ini bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar. Salah satunya lewat UMKM yang dibuka para warga," tandasnya.

Dia berharap semuanya dapat terealisasi dengan baik. (iza)

 

 

 

 

 

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#kolaborasi #Objek Wisata #Mahasiswa #wisata air #UGM #Sleman #Komunitas Pegiat Lingkungan Sungai #Wisata #revitalisasi #Padukuhan Jaban #Sungai Boyong #Boyong Edu Festival 2024 #masyarakat #Penuh Sampah