SLEMAN – Kewaspadaan saat hujan disertai angin kencang tak hanya pohon ambruk. Hujan dan angina kencang yang melanda wilayah Sleman pada Sabtu (16/11) membuat baliho juga ambruk.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman melaporkan belasan kejadian dari dampak hujan lebat yang disertai angin kencang pada Sabtu (16/11). Tercatat dari kejadian tersebut ada beberapa kejadian pohon tumbang dan baliho roboh.
Dari laporan tersebut, sejauh ini sampai pukul 19.00 dilaporkan ada 26 kejadian dampak dari hujan lebat yang disertai angin kencang tersebut. Kejadian tersebut tersebar di beberapa Kapanewon di Sleman, seperti Kapanewon Mlati, Kapanewon Kalasan, Kapanewon Ngemplak, dan Kapanewon Minggir.
Baca Juga: PSIM Jogja Tak Lagi Ganas usai Ditinggal Empat Pemain U-21, Imbang 0-0 dengan Adhyaksa Farmel FC
Dampak terbanyak ada di Kapanewon Mlati dengan 18 titik kejadian. Lalu yang kedua ada di Kapanewon Ngemplak dengan lima titik kejadian. Menyusul di Kapanewon Kalasan ada dua titik kejadian, dan yang terakhir di Kapanewon Minggir dengan satu titik kejadian.
Menurut laporan tersebut sebagian besar pohon tumbang dan baliho roboh itu menimpa jaringan listrik, menutup jalan dan menimpa rumah warga. "Sampai jam ini baru itu laporan yang kami terima," kata Kepala Pelaksana BPBD DIJ Noviar Rahmat saat dikonfirmasi Sabtu (16/11) malam.
Noviar mengatakan, sampai saat ini juga belum diketahui berapa nilai kerugian akibat belasan kejadian pohon tumbang dan baliho roboh tersebut. Adapun sebagian besar titik kejadian sudah mendapatkan penanganan baik dari TRC BPBD Sleman, PLN, TNI, POLRI, Pemerintah Kalurahan Sinduadi, Warga, Relawan, Pammat Samapta Polda DIJ, Rescue 328, Damkar UGM, WSC, Banser, Taman Rescue, RJT, JKM, Kaltana Sendangsari, SAR Kaliurang, dan TAGANA.
Baca Juga: Pesta Balap Honda Dream Cup 2024 Sambangi Purwokerto
BPBD DIJ pun juga terus memonitor kondisi di lapangan terkait dampak dari hujan deras lebat yang disertai angin kencang ini. Tak lupa imbauan juga turut diberikan kepada masyarakat agar tetap waspada. "Kami telah melakukan assesment data dampak kejadian, koordinasi dengan pihak terkait, dan melakukan pemotongan pohon," jelas Noviar. (ayu/pra)
Editor : Heru Pratomo