Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Cerita Warga Tlogoadi yang Rumahnya Retak Lantaran Proyek Pembangunan Tol Jogja-Solo, seperti Alami Gempa Terus-menerus

Delima Purnamasari • Senin, 11 November 2024 | 14:00 WIB

 

RUSAK: Muhammad Sunu, warga Tlogoadi, Mlati saat menunjukkan salah satu retakan di rumahnya karena pembangunan tol Minggu (10/11/2024).
RUSAK: Muhammad Sunu, warga Tlogoadi, Mlati saat menunjukkan salah satu retakan di rumahnya karena pembangunan tol Minggu (10/11/2024).
 

 

SLEMAN - Muhammad Sunu mengaku seperti mengalami gempa secara terus-menerus. Hal ini karena getaran yang dirasakan karena pemadatan tanah untuk pembangunan Tol Jogja-Solo yang berada di kawasan Tlogoadi, Mlati.

“Dulu lahannya itu sawah lalu diurug dan dipadatkan. Ada pake bego dan stum," beber Sunu Minggu (10/11/2024).

Getaran yang dirasakan di rumahnya, terus terjadi hingga malam hari. "Istri sama anak selalu keluar rumah karena takut. Tapi kalau malam ya sudah," sambungnya.

Tidak hanya membuat rasa takut, getaran tersebut juga berimbas pada retakan di dinding rumah. Bahkan di rumah Sunu, sudah ada lima titik retakan. Empat berada di kamar, dan satu di dapur.

Menutut Sunu, kondisi ini terjadi sudah berbulan-bulan. Untuk itu, dia berharap pihak tol bisa segera memberikan kompensasi. "Saya sudah dihubungi. Ditanyakan apakah mau diperbaiki langsung dari tol atau pribadi lalu diganti. Saya inginnya dari tol langsung," beber Sunu.

Meski begitu, dia berharap kompensasi tidak hanya diberikan dalam bentuk perbaikan rumah. Dia mengaku kerugian yang dia terima juga karena debu sehingga membuat keluarganya tak nyaman.

Kini, Sunu dan keluarganya masih tinggal di rumahnya. Dia menilai, rumah berjarak sekitar 18 meter dari proyek tol itu masih aman untuk ditinggali.

"Dulu ketika mau ada tol, rumah yang mepet proyek itu dikatakan akan ada kompensasi. Tapi hingga sekarang belum ada," lontarnya.

Sementara itu, Humas Proyek Tol Jogja-Solo-YIA Area DIY PT Adhi Karya (Persero) Tbk Agung Murhandjanto mengaku, telah mendata rumah yang mengalami kerusakan. Jumlahnya ada 16. "Rencananya besok kami perbaiki," ujar Agung saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Dia menyebut, tidak ada kompensasi lain yang akan diterima warga selain perbaikan rumah ini. Meski begitu, ke depan dia berjanji akan melakukan persiapan lebih matang khususnya pada pekerjaan pembangunan yang menimbulkan getaran. "Akan kami sosialisasikan dulu agar lebih siap," katanya. (del/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Tlogoadi #pembangunan tol jogja-solo #Sleman #pt adhi karya (persero) tbk #gempa #pemadatan tanah #rumah rusak #getaran #Mlati #keretakan