SLEMAN - Jambore Daerah IV Yamaha RX-King Indonesia (YRKI) diselenggarakan di Lapangan Hargobinangun, Kapanewon Pakem pada Sabtu-Minggu (9-10/11/2024). Gelaran ini diikuti oleh diikuti oleh pencinta RX-King seluruh Indonesia. Namun, banyak dari mereka yang terjebak macet kala menuju lokasi acara.
Kemacetan utamanya mulai dari Jalan Boyong. Peserta yang ingin masuk ke lokasi acara bertabrakan dengan yang ingin keluar. Kondisi ini diperparah dengan kerapnya motor RX-King yang tiba-tiba macet.
Di samping itu, banyak peserta yang memarkirkan kendaraannya di kanan dan kiri bahu jalan. Kemacetan sempat begitu parah sehingga arus kerumunan tak bergerak sama sekali, bahkan sekadar berjalan kaki juga tak bisa.
Salah satu peserta jambore dari Klub Cebongan Kota Bayu Wiyoso menjelaskan, sudah datang sejak pukul 07.00. Ketika dia sampai jalanan sudah penuh dengan lautan manusia. Hingga pukul 12.20, Bayu bahkan belum bisa sampai ke panggung acara.
"Rasanya gelo karena tidak bisa sampai lokasi. Motor sudah saya titipkan di parkiran bawah. Ini sudah jalan kaki saja tetap susah," ucapnya, Minggu (10/11/2024).
Dia sendiri memilih duduk di pinggir jalan bersama teman-temannya. Bayu berharap kemacetan bisa terurai sehingga dia bisa ikut bersenang-senang di area panggung.
"Namanya kondisi mau gimana lagi. Yang penting solid karena sudah datang ke sini. Satu rasa satu jiwa," katanya.
Di dalam gelaran Jambore YRKI IV ini sendiri terdapat berbagai agenda. Mulai dari kontes, salawat, jatilan, bazar, hingga parade klub YRKI.
Sementara itu, Ketua Klub Ronggolawe King Tuban Yosef Suharto menerangkan, dia bersama 30 anggotanya sudah berangkat sejak Jumat lalu. Mereka sampai di lokasi pada Sabtu pagi. Beberapa anggotanya juga turut berkemah di sekitar lokasi acara.
"Kegiatan semacam ini tujuannya untuk silaturahmi. Harapannya agar YRKI semakin solid dan berkesinambungan termasuk dengan masyarakat," jelasnya.
Dia menilai, Jambore YRKI ini meningkatkan pendapatan UMKM sekitar lantaran ribuan penikmat RX-King ikut melarisi dagangan mereka. Di sisi lain, panitia turut membuat agenda bakti sosial.
"Kalau RX-King pasti ada berisiknya. Tapi sebelum diadakan acara ini kami sudah sosialisasi dari pihak terkait," katanya.
Yosef menilai, RX-King adalah motor klasik karena sudah tidak lagi diproduksi. Di sisi lain, kualitasnya bagus karena nyaman dipakai.
"Keramaian ini menunjukkan banyak yang hobi dan tidak ada perihal yang negatif," tandasnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita