SLEMAN - Teramati 43 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1900 meter.
Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi terkini.
Periode pengamatan Rabu 6 November 2024 pukul 00.00-24.00 WIB.
Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah.
Baca Juga: Demi Rakyat, Pimpinan Dewan Sepakat Tak Cawe-Cawe Urusan Pilkada Kebumen
Cuaca di Gunung Merapi cerah, berawan, dan mendung.
Angin bertiup tenang, lemah ke arah barat.
Suhu udara 17.3-28 °C, kelembaban udara 66-92 %, dan tekanan udara 873.4-918.6 mmHg.
Gunung terlihat jelas, kabut 0-II, dan kabut 0-III.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal, sedang dan tinggi 50-150 m di atas puncak kawah.
Terjadi kegempaan guguran dan kegempaan hybrid/fase banyak.
Tingkat aktivitas Gunung Merapi SIAGA LEVEL 3 ditetapkan sejak 5 November 2020.
Baca Juga: Jawa Pos - Radar Jogja edisi Kamis, 7 November 2024
Rekomendasi BPPTKG sebagai berikut:
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.
4. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin