Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Debat Kedua Soal Inklusi Sosial Budaya dan Sumber Daya Manusia, Wakil Bupati Sleman Justru Sempat Bahas Jumlah Kekayaan

Delima Purnamasari • Senin, 4 November 2024 | 18:32 WIB

Debat kedua untuk calon wakil bupati Sleman
Debat kedua untuk calon wakil bupati Sleman
SLEMAN, RADAR JOGJA - Debat kedua calon wakil bupati Sleman berlangsung pada Minggu (3/11) pukul 19.30.

Debat mengangkat tema Inklusi Sosial Budaya dan Sumber Daya Manusia.

Hanya, dua calon ini justru sempat membahas soal jumlah kekayaan.

Pembahasan ini dimulai pada pada segmen keempat. Ketika Sukamto diberikan kesempatan untuk bertanya pada Danang Maharsa.

Calon Wakil Bupati nomor urut 1 tersebut menuturkan, memberikan pertanyaan yang ringan karena mereka saling bersahabat.

"Kekayaan anda awalnya hanya Rp 900 juta. Sekarang setelah menjadi wakil bupati kekayaan jadi Rp 11 miliar. Dari mana itu padahal kala itu masa pandemi?" ujar Sukamto.

Meski tidak sesuai dengan tema, Danang tetap menjawab pertanyaan tersebut.

Calon Wakil Bupati nomor urut 2 ini menjelaskan, peningkatan kekayaannya terjadi lantaran mendapatkan hibah tanah berserta bangunan dari orang tuanya.

"Silakan cek di LHKPN dan transaksi di notaris manapun," tegasnya.

Dia menjelaskan, hibah tersebut sudah dibagi sejak 2019 dan tidak ada kaitan dengan jabatannya sebagai wakil bupati.

Danang juga menjelaskan, ke depan hibah tersebut akan terus diturunkan pada anak dan cucu.

Setelah pembahasan tesebut, debat kembali berjalan biasa dengan pertanyaan dari Danang mengenai optimalisasi pendidikan inklusi.

Menjawab pertanyaan tersebut, Sukamto menerangkan bahwa pendidikan inklusi berarti mencakup semua pihak. Tidak memandang golongan dan agamanya.

Selanjutnya, Sukamto ganti bertanya soal penyebab utama stunting menurut 4 T. Sekaligus cara menyikapi dan usia kesembuhannya.

"Ini soal gampang dan ringan. Sesuai dengan bidang anda," kata Sukamto.

Menganggapi pertanyaan tersebut, Danang menjelaskan, stunting disebabkan karena kurangnya pemahaman dari masyarakat.

Di Sleman Barat disebabkan karena kekurangan gizi mengingat tingkat ekonominya menengah ke bawah. Sementara Sleman kota, seperti di Depok karena kesalahan pola asuh.

"Kami mengoptimalkan pencegahan dengan delapan aksi konvergensi yang sudah dilakukan dan kami bagi di beberapa dinas," ucap Danang.

Sukamto yang diminta menanggapi jawaban Danang tersebut, menjelaskan jawaban Danang salah. "Anda ditanya sudah makan belum, jawabnya baru mandi. Salah total," ujarnya.

Selanjutnya, dia menjelaskan bahwa 4T merupakan hasil pemikiran dari Kementerian Kesehatan. Terdiri dari terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering, dan terlalu banyak. (del)

Editor : Bahana.
#Danang Maharsa #Kustini Sri Purnomo #Pilkada #debat #kekayaan #sumber daya manusia #pilkada sleman #sukamto #Harda Kiswaya