SLEMAN - Masyarakat Sleman yang ingin menyampaikan keluhannya kini tak hanya terbatas pada kanal Lapor Sleman. Hal ini lantaran Pemkab Sleman telah meluncurkan program baru yakni Sapa Aruh.
Kegiatan yang dilaksanakan di Lapangan Pemda Sleman ini menghadirkan Pjs Bupati Sleman Kusno Wibowo sekaligus jajaran kepala organisasi perangkat daerah. Dalam kesempatan ini, masyarakat bisa menyampaikan langsung keluhan dan akan langsung diberikan tanggapan.
Baca Juga: Digitalisasi, 60 Persen Proses Belajar Mengajar Sekolah Beralih ke Digital
"Sapa Aruh ini menjembatani Pemerintah Kabupaten Sleman dengan masyarakat untuk berkomunikasi secara langsung,” kata Kusno.
Dia menjelaskan, Sapa Aruh ini memiliki konsep menyehatkan, mendengarkan, dan memanusiakan karena diselenggarakan saat car free day. Menurutnya, sembari olahraga dan menikmati berbagai kuliner, masyarakat bisa memberikan masukan bagi perbaikan Sleman ke depan.
Dia menegaskan, berbagai masukan tersebut nantinya akan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam membuat kebijakan. "Alhamdulillah banyak masyarakat yang memberikan respons, aspirasi, saran, dan masukan untuk pengambilan kebijakan Pemerintah Kabupaten Sleman," ucap Kusno.
Ada berbagai aspirasi yang masuk dari masyarakat. Mulai dari pengolahan sampah organik, ketahanan pangan, hingga perbaikan fasilitas umum.
Baca Juga: Berhasil Melaju ke Babak Playoffs, SMA Bosa Masih Banyak Evaluasi demi Kejar Target Selanjutnya
Kusno menuturkan, aspirasi masyarakat yang tidak bisa langsung diselesaikan akan menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah Pemkab Sleman. Meski demikian, dia menilai intensitas pemerintah dan masyarakat semacam ini harus terus ditingkatkan.
Dia berharap agenda semacam ini dapat terus dilakukan. Sapa Aruh sendiri sudah diselenggarakan dua kali. Pertama pada Minggu (27/10/2024) dan Minggu (3/11/2024).
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Sleman Arip Pramana menjelaskan, salah satu masukan yang dia terima dalam kegiatan sapa aruh adalah menambah trayek bagi program bus sekolah. "Seorang guru minta trayek ke Turi. Ini artinya animo masyarakat terhadap layanan bis sekolah memang tinggi dan dibutuhkan," ucapnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita