SLEMAN - Pembangunan Tol Jogja-Solo-YIA Paket 2.2 telah memasuki ring road utara. Karena proyek dilakukan di tengah jalan raya yang memiliki intensitas lalu-lalang tinggi, maka diberlakukan berbagai upaya keamanan.
"Kami sudah memasang beton barrier dan pagar. Separator di dalamnya sudah kami bongkar untuk melakukan pekerjaan," ujar Humas Proyek Tol Jogja-Solo-YIA Area DIY PT Adhi Karya (Persero) Tbk Agung Murhandjanto Rabu (23/10/2024).
Baca Juga: Disnaker DIY: Belum Ada Regulasi Baru, Penentuan UMP 2025 masih Pakai UU Cipta Kerja
Dia menyebut, pagar ini adalah standar keamanan kerja. Baik itu untuk pengendara yang lewat, lingkungan, serta pekerja sendiri. Nantinya total pagar yang dibangun sepanjang 600 meter.
Setelah itu, Agung menuturkan akan dilakukan pengeboran bore pile untuk pondasi tiang jalan tol yang melayang. Dia mengaku proses ini tidak akan menyebabkan getaran pada pengendara yang lewat.
"Yang kami antisipasi nanti lumpur yang keluar. Akan kami beri tampungan di dalam lalu nantinya diangkut oleh truk. Selanjutnya, dibawa ke lokasi yang sudah ditentukan," sebutnya.
Saat ditanya soal gangguan suara yang mungkin muncul, Agung menuturkan berdasar kajian yang dilakukan masih di bawah toleransi. Terlebih, kanan dan kiri proyek tol bukanlah permukiman padat penduduk. "Kalau untuk debu, nanti kami lakukan penyiraman secara rutin," tuturnya.
Dia juga turut menjelaskan, pembangunan akan dilakukan terus tanpa hari libur. Sementara untuk mobilitas alat berat akan dikerjakan pada malam hari ketika puncak kepadatan lalu lintas selesai. Sekitar pukul sepuluh malam hingga tiga pagi.
"Berdasarkan hasil forum lalu lintas, lampu hijau timur maupun barat akan diperlama. Harapannya bisa mengurai lalu lintas," tambah Agung.
Agung berharap, masyarakat bisa meningkatkan kehati-hatian dan mengurangi kecepatan kala melewati proyek pembangunan. Selain itu, bisa maklum dan bersabar karena terganggu dengan pembangunan ini.
Baca Juga: Dapat Pengawalan Ketat, Surat Suara untuk Pilkada 2024 Tiba di Gudang KPU Kebumen
"Kami juga memasang ramu tanda-tanda arus lalu lintas. Kami semaksimal mungkin agar bisa lancar," tandasnya.
Sementara itu, warga Sleman Dela Oqtavia Nur Cahyaningrum berharap, pembangunan tol ini bisa meningkatkan perekonomian desa. "Semoga kenyamanan dan budaya lokal setempat juga bisa tetap terjaga," tuturnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita