Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kesesuaian Kompetensi dengan Ketersediaan Lowongan Jadi Tantangan Serapan Tenaga Kerja di Sleman

Delima Purnamasari • Selasa, 22 Oktober 2024 | 04:00 WIB

 

Kepala Disnaker Sleman Sutiasih
Kepala Disnaker Sleman Sutiasih
 

SLEMAN - Berdasarkan data dari BPS DIY pada 2023, masih ada 29.374 ribu pengangguran di Kabupaten Sleman. Namun, untuk mengoptimalkan serapan tenaga kerja, kurangnya kesesuaian antara kompetensi calon pekerja dan ketersediaan lowongan masih jadi kendala.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sleman Sutiasih menjelaskan, ada 5.853 perusahaan di Sleman. Mayoritas berada di Kapanewon Depok sebanyak 1.771 perusahaan, Kapanewon Ngaglik 882 perusahaan, dan Kapanewon Mlati 724 perusahaan.

"Banyak perusahaan minta disosialisasikan lowongannya. Tapi peminatnya masih minim," kata Sutiasih Senin (21/10/2024).

 Baca Juga: Pascapelantikan, Sudah Pakai Pin Foto Prabowo-Gibran Laris Manis di Kebumen

Dia menilai, generasi produktif sekarang yang berusia 12-27 tahun memiliki karakter yang khas. Mereka umumnya kurang tertarik dengan lowongan kerja di pabrik yang memiliki banyak lowongan. Namun, apabila ada pekerjaan yang berkaitan dengan dunia digital, maka banyak peminatnya. 

"Lowongan disnaker bersama Kemnaker itu sampai ada 15.000. Tidak hanya kerja di Sleman tapi sampai luar negeri. Tapi respons dari masyarakat masih kecil," katanya.

Untuk mengatasi ini, Disnaker Sleman telah berupaya melakukan jemput bola melalui job fair. Pada tahun ini ada 25 titik job fair dilaksanakan di Sleman dari berbagai penyelenggara. Baik itu dari disnaker hingga perguruan tinggi.

"Di sisi lain banyak masyarakat yang karakter dan daya juangnya kurang. Ini tentu berkaitan dengan pendidikan dan keluarga," tambahnya.

Untuk itu, dia menilai kebijakan pusat terkait revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri jadi begitu penting. Dengan demikian, kompetensi dan ketersediaan lowongan bisa selaras.

"Saat ini kami menyebarkan informasi lowongan pekerjaan lewat media sosial hingga WhatsApp. Semoga bisa membantu para pencari kerja," sebut Sutiasih.

 

Sementara itu, salah satu mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta (UPNVY) Mutiara Fauziah Nur Awaliah mengaku, sebagai anak muda dia menginginkan bekerja di tempat yang bisa membuat dirinya berkembang. "Dengan tekanan dan jam kerja yang sama, daripada bekerja di pabrik, aku lebih milih kerja di perusahaan atau yang sesuai minat," ucapnya. (del/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#kompetensi #BPS DIY #lowongan pekerjaan #disnaker sleman #Calon pekerja