Semarakkan Pelantikan Prabowo-Gibran, Tim Paslon Pilkada Sleman 2024 Nomor Urut 2 Gelar Senam Gemoy
Delima Purnamasari• Senin, 21 Oktober 2024 | 00:53 WIB
Harda Kiswaya memberikan sambutan pada acara Senam Gemoy yang digelar Minggu (20/10).
SLEMAN - Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia hari ini (20/10/2024). Untuk menyemarakkan ini, tim pasangan calon nomor urut dua Kabupaten Sleman menggelar kegiatan Senam Gemoy.
"Kami ingin mengadakan euforia untuk pelantikan Pak Prabowo. Jadi rakyat Jogja yang tidak bisa hadir di Jakarta bisa ikut bergembira," tutur Sekretaris DPC Gerindra Sleman M Arif Priyo Susanto.
Tim Harda Kiswaya-Danang Maharsa melaksanakan agenda ini di Lapangan Perumnas, Condongcatur. Di sini dibagikan beragam hadiah, seperti sepeda, televisi, hingga kulkas.
"Pak Harda adalah calon yang sudah mendapatkan persetujuan resmi dan izin dari Pak Prabowo. Ini ditunjukkan dari surat rekomendasi dari Gerindra," ucap Arif.
Oleh sebab itu, Arif menerangkan adanya penyelarasan program yang diusung oleh pemerintah dengan paslon nomor urut dua. Misalnya, makan siang gratis serta program ketahanan pangan dan energi.
Menurut Arif, salah satu strategi untuk mewujudkannya adalah dengan memanfaatkan lahan yang tidak produktif di masyarakat. Sehingga, diharapkan Sleman dapat menjadi daerah yang bisa ikut menyangga kebutuhan pangan.
"Pak Harda ini adalah kepanjangan tangan untuk ikut melaksanakan visi dan misi Pak Prabowo. Semua program di pusat harus sampai di tingkat daerah," tegas Arif.
Khsusus untuk warga Perumnas yang hadir, dia sendiri menjanjikan akan dibangunnya fasilitas olahraga. Selain itu, memperbanyak ruang terbuka hijau.
"Program saya akan selaras dengan pemerintah pusat. Pemerintah daerah itu tidak bisa berdiri sendiri," tandasnya.
Salah satu warga Perumnas yang hadir, Puji Rahayu mengaku senang dengan penyelenggaraan Senam Gemoy ini. Dia berharap pemimpin Sleman ke depan bisa memperhatikan semua aspek kehidupan.
"Pengennya Sleman maju dan rakyat bisa makmur," katanya. (del)