SLEMAN - Debat pasangan calon bupati dan wakil bupati Sleman akan segera digelar. Untuk itu, KPU bersama dengan tim perumus telah menyiapkan tiga tema utama bagi pasangan Kustini Sri Purnomo-Sukamto maupun Harda Kiswaya-Danang Maharsa.
Anggota KPU Sleman Divisi Sosialisasi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia Huda Al Amna menjelaskan, debat ini akan diselenggarakan tiga kali. Pertama 27 Oktober, 3 November, dan 10 November.
Dia turut menerangkan, ada empat orang yang masuk menjadi tim perumus. Di antaranya akademisi UGM Arie Ruhyanto dan Bahrul Fauzi Rosyidi, akademisi UIN Sunan Kalijaga Gugun El Guyanie, serta Direktur Caksana Institute Wasingatu Zakiyah.
"Kami masih terus berproses. Jadi ada tema besar dan sub tema. Finalnya nanti 21 Oktober," ucap Huda dalam kegiatan uji publik materi debat, Rabu (16/10/2024).
Baca Juga: Persaingan Sengit! Hanya Buka 10 Formasi, Rekrutmen CPNS Pemkot Jogja Diserbu Ratusan Pelamar
Dalam kesempatan ini, Huda menjelaskan setiap agenda debat akan ada materi utama yang dibahas. Agenda debat pertama membahas kesejahteraan rakyat dan infrastruktur. Di dalamnya terdapat berbagai bahasan. Seperti pengembangan pendapatan daerah dan pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, desa, serta infrastruktur.
Agenda debat kedua mengenai inklusi sosial budaya dan ketahanan keluarga. Ada beberapa sub-bahasan, seperti perempuan dan anak, pariwisata dan kebudayaan, pendidikan dan kesehatan, hingga pertanian dan ketahanan pangan.
Baca Juga: Persaingan Sengit! Hanya Buka 10 Formasi, Rekrutmen CPNS Pemkot Jogja Diserbu Ratusan Pelamar
Sementara debat ketiga, membahas soal reformasi birokrasi dan pembangunan berkelanjutan. Di dalamnya membahas penegakkan hukum, tata kelola pemerintahan, isu lingkungan, hingga perizinan pasca-uu cipta kerja.
"Nanti ketika debat, yang terundang dari masing-masing tim kampanye empat orang. Tamu undangannya 25 orang, biasanya keluarga dan partai politik," tambah Huda.
Baca Juga: Mantan Lurah Maguwoharjo Kasidi Kembali Terjerat Kasus TKD, Sidang Pertama Ditunda Pekan Depan
Sementara itu, Bahrul menjelaskan, seluruh materi dibuat tim perumus untuk menggali fakta empiris maupun temuan di lapangan untuk perubahan Sleman lima tahun mendatang. Dia menilai, ada banyak bidang yang perlu dilakukan pembahasan, salah satunya ekonomi.
"Inovasi pembangunan daerah masih rendah. Jadi padat administrasi aja sehingga tidak efisien. Selain itu, komitmen kemandirian ekonomi daerah juga kurang," ucapnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita