SLEMAN - Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Kabupaten Sleman masih begitu minim. Dinas Pariwisata Sleman mencatat jumlahnya hanya 2,2 persen.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sleman Kus Endarto menjelaskan, sampai 30 September 2024 ada 5,9 juta pergerakan wisatawan. Sebanyak 97,8 persennya didominasi oleh wisatawan nusantara.
Baca Juga: Pjs Bupati Kebumen Angkat Tangan soal Polemik Dewan tapi APBD 2025 Jadi Taruhannya
"Dari wisatawan nusantara itu, 87,9 persennya berasal dari Pulau Jawa. Khususnya Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat," ucapnya.
Sementara untuk wisatawan mancanegara, paling banyak berasal dari Malaysia, Singapura, dan Cina. Rata-rata kegiatan mereka kala berkunjung adalah belanja, berolahraga, jalan-jalan, dan melakukan bisnis.
Dia menerangkan, destinasi favorit masih candi dan museum. Jumlahnya 54,9 persen. Hal ini lantaran banyaknya rombongan dari anak sekolah baik itu SD maupun SMP. Selanjutnya, destinasi wisata alam jumlahnya mencapai 40,8 persen.
"Sleman cukup bersyukur karena memiliki banyak universitas. Ketika bulan September, hampir setiap minggu ada wisuda. Dari data, 65-70 persen itu asalnya dari luar Sleman," jelas Kus.
Baca Juga: Temukan Gua dengan Stalagmit dan Stalaknit saat Keruk Tebing untuk JJLS di Saptosari, Gunungkidul
Dia menambahkan, apabila melihat kontribusi sektor pariwisata pada pendapatan asli daerah maka jumlahnya mencapai Rp 283,5 miliar atau setara dengan 34,7 persen. Untuk rinciannya, sebanyak 98,3 persen atau Rp 278,8 miliar berasal dari pajak. Selanjutnya, 1,4 persen atau Rp 3,96 miliar dari retribusi, serta lain-lain sejumlah 0,27 persen atau Rp 761 juta.
"Pajak memang masih jadi pendukung utama dalam kegiatan pariwisata, utamanya resto. Di Sleman ini memang banyak resto kekinian," katanya.
Untuk mendongkrak wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara, dinasnya mencoba melakukan berbagai upaya. Salah satunya melakukan analisis belanja wisatawan.
Baca Juga: Temukan Gua dengan Stalagmit dan Stalaknit saat Keruk Tebing untuk JJLS di Saptosari, Gunungkidul
Dinas Pariwisata Sleman juga akan melakukan promosi ke Batam dan Medan. Berdasarkan analisis timnya, lokasi tersebut jadi pintu masuk wisatawan dari Malaysia dan Singapura.
"Harapannya destinasi di Sleman bisa memberikan nilai berbeda. Jadi meningkatkan pengalaman pengunjung," sebutnya.
Sementara itu, salah satu warga Sleman Peni Nur Febriyanti menjelaskan, banyak faktor yang harus diperhatikan dalam pengembangan pariwisata. Utamanya adalah kebersihan.
"Harus sediakan tempat sampah yang memadai di setiap tempat wisata," ucapnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita