SLEMAN - Warga Pundong, Kalurahan Tirtoadi, Kapanewon Mlati, memasang berbagai spanduk protes. Mereka menuntut janji untuk mengganti jalan dusun yang hilang karena pembangunan proyek tol Jogja-Bawen.
Ada puluhan spanduk yang mereka pasang. Di antaranya, "Kami warga Pundong III dan IV menuntut hak akses jalan kami!!!", "Dalanku ndi? Janji terus. Omong tok!!" hingga "Kami butuh dalan."
Salah seorang warga Caesar Estu menjelaskan, awalnya jalan dusun ini memanjang sekitar 200 meter dengan lebar empat meter. Jalan dibangun secara swadaya oleh masyarakat setempat.
"Jalannya dulu di tengah gundukan tanah tol ini. Jadi dari arah barat ke timur," terang Caesar saat ditemui di rumahnya Selasa (15/10/2024).
Menurutnya, janji membuat jalan pengganti sudah disampaikan sejak 2021. Namun memang hanya diucapkan secara verbal tanpa perjanjian resmi hitam di atas putih. Warga dijanjikan akan dibuatkan jalan pengganti dengan lebar 2,5 sampai 3 meter.
"Lalu kami diminta untuk membuat pengajuan. Sudah kami ajukan permohonan pembuatan jalan sampai tiga kali," jelasnya.
Namun yang membuat warga kesal adalah pada minggu lalu, justru mulai dibangun pagar beton. Hal ini dilakukan tanpa komunikasi dengan warga. "Kalau nanti dilanjutkan terus pagarnya, jalan itu pasti hilang," tambahnya.
Caesar menjelaskan, untuk dia sendiri sebenarnya masih bisa memutar atau lewat jalan bantu lain. Namun ada warga yang memang hanya memiliki jalan dusun ini sebagai satu-satunya akses. "Kami tidak meminta harus bagus. Hanya akses jalan di sisi tol. Jalan diganti jalan," tambahnya.
Berdasarkan pengamatannya, kini proses pembangunan pagar beton dihentikan. Meski demikian, warga sudah berkomitmen tidak akan mencopot spanduk protes sampai keinginan mereka benar-benar diakomodasi. "Kami diam dan tidak pernah protes sebelumnya. Tapi ini sudah tiga tahun," tandasnya.
Sementara itu, Lurah Tirtoadi Mardiharto membenarkan soal janji pembuatan jalan ini. "Wajar warga protes karena sudah dijanjikan sejak lama," ucapnya.
Saat dikonfirmasi, General Affair PT Adhi Karya (Persero) Ghazali menerangkan, saat ini tengah dilakukan pembahasan dan kajian teknik oleh Jasamarga. "Kemarin kami sudah komunikasi dengan warga dan telah disampaikan juga oleh warga langsung ke Jasamarga," jelasnya. (del/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita