Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kerusakan karena Hujan dan Angin di Kabupaten Sleman, Kerugian Ditaksir Lebih dari Rp 700 Juta

Elang Kharisma Dewangga • Rabu, 16 Oktober 2024 | 03:20 WIB

 

TERDAMPAK: Zanah pemilik rumah kontrakan membersihkan puing akibat tertimpa pohon bayur saat hujan disertai angin Senin lalu di kawasan Plosokuning, Minomartani
TERDAMPAK: Zanah pemilik rumah kontrakan membersihkan puing akibat tertimpa pohon bayur saat hujan disertai angin Senin lalu di kawasan Plosokuning, Minomartani

SLEMAN - Hujan dengan durasi lama disertai angin kencang terjadi di Kabupaten Sleman, Senin (14/10/2024) lalu. Kejadian ini menyebabkan beragam kerugian yang jumlahnya ditaksir lebih dari Rp 800 juta.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Sleman pada Selasa (15/10/2024), kerusakan terjadi di lima kapanewon. Dengan rincian di Kapanewon Depok ada tujuh titik terdampak. Terdapat dua rumah rusak ringan, dua tempat usaha terdampak, hingga tiga kendaraan roda dua dan satu kendaraan roda empat yang terdampak. Kerugian sendiri ditaksir mencapai Rp 5.250.000.

Sementara di Kapanewon Kalasan, ada 26 titik terdampak. Di sini turut menyebabkan dua korban luka berat dan satu korban luka ringan. Taksiran kerugian seluruhnya mencapai Rp 627.750.000

Di Kapanewon Ngaglik, ada 60 titik terdampak. Di antaranya sembilan rumah rusak berat, 34 rumah rusak sedang, dan 43 rusak ringan. Kerusakan diperkirakan sejumlah Rp 173.000.000.

Selanjutnya, di Kapanewon Ngemplak dengan dua titik terdampak kerugian mencapai sejumlah Rp 4.250.000 dan Kapanewon Sleman dengan dua titik terdampak. Sehingga kerugian ditaksir mencapai Rp 810.250.000.

Menganggapi kondisi ini, Kepala Pelaksana BPBD Sleman Makwan mengimbau masyarakat Sleman untuk melakukan penguatan konstruksi. Utamanya bagi bangunan joglo atau limasan tanpa dinding. Sebab, kondisi inilah yang menyebabkan korban di Kapanewon Kalasan.

"Berdasarkan pengalaman, kalau ada angin bangunan tersebut ambruk karena konstruksinya tidak kuat," ucap Makwan.

Makwan menjelaskan, apabila memungkinkan bisa ditambah dinding. Jika tidak, tiangnya dapat ditambahkan penguatan besi. "Ini usaha untuk memastikan tidak ada korban di masa pancaroba ini," tandasnya. (del/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Sleman #Angin Kencang #kerugian #Terdampak #Hujan #titik #BPBD Sleman