Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hujan Disertai Angin Kencang Terjang Sleman, Dilaporkan Beberapa Rumah Ambruk, Baliho dan Pohon Tumbang

Agung Dwi Prakoso • Selasa, 15 Oktober 2024 | 03:57 WIB
Hujan Disertai Angin Kencang Terjang Sleman,  Dilaporkan Beberapa Rumah Ambruk, Baliho dan Pohon Tumbang
Hujan Disertai Angin Kencang Terjang Sleman, Dilaporkan Beberapa Rumah Ambruk, Baliho dan Pohon Tumbang

 

RADAR JOGJA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIJ mengimbau masyarakat waspada terhadap cuaca berupa hujan lebat disertai angin kencang. Hal itu ditandai beberapa daerah di Sleman kemarin (14/10) yang dilanda hujan disertai angin kencang hingga menyebabkan rumah dan baliho roboh serta pohon tumbang.

Kepala Pelaksana BPBD DIJ Noviar Rahmad mengatakan, terdapat beberapa titik daerah yang dinilai rawan terjadi hujan lebat dan angin kencang. Titik itu, di antarannya, di Kapanewon Kalasan, Ngaglik, Depok, dan Ngemplak. Semuanya berada di Kabupaten Sleman.

"Sebenarnya semua wilayah di DIJ berpotensi terdampak hujan lebat dan angin puting beliung. Semua daerah ada potensinya," ujar Noviar saat dikonfirmasi Senin (14/10).

Fenomena ini disebabkan pancaroba atau masa peralihan musim dari kemarau menuju musim hujan. Menurutnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIJ telah mengumumkan pada dasarian tiga Oktober memasuki musim penghujan.

Baca Juga: Tak Baperan, Joko-Rony Hormati Laporan Truk Beras Bergambar Mereka ke Bawaslu Bantul

Baca Juga: Kasus Penganiayaan Siswa di SLB Gunungkidul, Dindikpora DIY Targetkan Pemeriksaan TPPK Selesai Pekan Ini

 "Angin kencang lebih tinggi di bulan November. Kalau Oktober baru musim pancaroba peralihan, potensinya lebih sedikit dan lebih tinggi bulan November," jelasnya.

Menanggapi hal ini, BPBD DIJ melakukan antisipasi dengan menyusun rencana kontigensi untuk siklon tropis yang banyak di wilayah selatan. Setelah itu, pihaknya juga akan melakukan simulasi terkait proses dan sistem komandonya.

 "Masyarakat digarapkan selalu update informasi cuaca dari lembaga berwenang dan waspada, jauhi pohon yang lapuk atau rawan tumbang," bebernya.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman Makwan menambahkan, kemarin (14/10) telah terjadi hujan durasi lama disertai angin kencang pada pukul 14.40. Data sementara, fenomena itu terjadi di empat kapanewon di Kabupaten Sleman.

"Purwomartani, Kalasan satu rumah ambruk dan dua pohon tumbang hingga menutup jalan," ujarnya. Selain itu pohon tumbang di Kapanewon Kalasan terjadi di Kadirojo, Sambisari, dan  Temanggal.

Baca Juga: Dua OTK Memalak hingga Menganiaya Santri di Tegalrejo, Magelang Sudah Ditangkap Polisi

Baca Juga: Perebutkan Kursi CPNS di DIY, 17.933 Pendaftar Segera Melaksanakan Test SKD

Baca Juga: Combo, Pelaku Kekerasan Seksual di Magelang Malah Ditangkap saat Hendak Tawuran

Kemudian di Sidokerto, satu rumah rusak setelah tertimpa pohon yang tumbang. "Sidokerto pohon tumbang menimpa rumah. Di Bayen, warung soto ambruk,"  ungkapnya.

Satu rumah dan dua pohon tumbang juga terjadi di Minomartani, Ngaglik. Kemudian di Kapanewon Depok, satu baliho roboh. Kapanewon Ngemplak juga terdapat pohon tumbang yang meninpa atap rumah. "Untuk korban jiwa nihil," tandasnya.

Di Kapanewon Depok, beberapa pohon dilaporkan tumbang dan menimpa bangunan rumah. Ini terjadi di Kalurahan Condongcatur. Dari pantauan Radar Jogja, di Dusun Manukan, Ganjuran dan sekitarnya, tak sedikit pohon yang tumbang atau patah dahannya.

Sore kemarin banyak warga yang langsung melakukan kerja bakti bersih-berish dengan menyingkirkan pohon yang tumbang atau dahan yang patah. Sisa-sisa dedaunan masih tampak berserakan di sepanjang jalan penghubung dari Terminal Condongcatur hingga Ngasem, Jalan Kaliurang itu. (oso/laz)

 

Editor : Heru Pratomo
#hujan disertai angin kencang #Sleman #rumah #Baliho Ambruk #Denggung #Pohon Tumbang