Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Peringati Hari Bahasa Isyarat Internasional, Gerkatin Sleman Harapkan Peningkatan Aksesibilitas

Delima Purnamasari • Senin, 14 Oktober 2024 | 03:45 WIB
Peringatan hari bahasa isyarat internasional yang digelar di seputar Lapangan Pemda Sleman Minggu (13/10/2024)
Peringatan hari bahasa isyarat internasional yang digelar di seputar Lapangan Pemda Sleman Minggu (13/10/2024)
SLEMAN - Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Kabupaten Sleman melakukan beragam kegiatan untuk memperingati hari bahasa isyarat internasional. Dalam kesempatan ini, mereka berharap ada peningkatan aksesibilitas khususnya untuk penyandang tunarungu. 
 
Anggota Gerkatin Sleman Elfiandi Nain dibantu oleh seorang juru bahasa isyarat menjelaskan, hari bahasa internasional sebenarnya jatuh pada 23 September. Namun, mereka baru memperingatinya pada Minggu (13/10/2024). 
 
Baca Juga: Jadi Bagian Sleman Creative Weeks, Ngaran Kite Festival Diharapkan Bisa Meningkatkan Kunjungan Wisatawan
 
"Bahasa isyarat merupakan akses utama untuk teman-teman tuli karena terhambat lisannya. Jadi, tidak bisa bicara jelas secara verbal," jelas Andi. 
 
Dia menerangkan, ketika teman-teman dengar berbicara menggunakan bahasa verbal, tidak ada informasi yang diterima oleh teman tuli. Bahasa isyarat jadi begitu krusial karena membuat informasi yang diterima antara keduanya bisa setara. 
Baca Juga: 20 Bidang Tanah Wakaf Terdampak Tol Jogja-YIA, Kankemenag Kulon Progo Persiapkan Mekanisme Penggantian
 
"Fasilitas dari pemerintah tentu belum sempurna. Tapi kami berharap pada acara-acara penting bisa dihadirkan juru bahasa isyarat," harapnya. 
 
Pada kesempatan ini sendiri, ada beragam kegiatan yang diselenggarakan. Mulai dari talkshow, permainan, kuis, hingga berbagi pakaian bekas layak pakai. 
 
Baca Juga: KPU Kebumen Diminta Hadirkan TPS Ramah Disabilitas dalam Pilkada Kebumen 2024 Mendatang, Ini Alasannya
 
"Harapannya pemerintah bisa lebih perhatian. Kami dari Gerkatin sendiri tengah fokus melakukan advokasi di bidang pendidikan dan pekerjaan," sebutnya. 
 
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Sleman Mustadi memang mengakui masih ada kendala dalam menghadirkan aksesibilitas bahasa isyarat. Utamanya dalam pelayanan pemerintah pada masyarakat. 
 
Baca Juga: Seribu Pelajar di Kulon Progo Mengikuti Lomba Lari Manunggal ke-36, Jumlahnya Meningkat Dibandingkan Tahun Lalu
 
"Ketika teman tuli datang ke kantor, belum ada yang bisa melayani. Ketika petugas berbicara mereka tidak bisa dengar," jelasnya. 
 
Mustadi menuturkan, komunikasi ini adalah hak dasar bagi teman tuli. Sehingga, ke depan dia berkomitmen untuk memberikan pelatihan bahasa isyarat pada para stafnya. 
 
"Dengan acara ini, kami merasa bangga. Ini menunjukkan komitmen dan persatuan mereka kuat," tandasnya. (del/eno) 
Editor : Sevtia Eka Novarita
#Sleman #GERKATIN #Hari Bahasa Isyarat Internasional