SLEMAN – Sekretaris Direktorat Kemahasiswaan Universitas Gadjah Mada (UGM) Hempri Suyatna, bukan hanya seorang akademisi, melainkan juga suporter sepakbola sejati. Baginya, sebuah tim sepakbola bukan sekadar tim, tetapi kebanggaan.
Hempri yang kini juga menjabat sebagai Pembina Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sepakbola dan Futsal UGM, mengaku kecintaannya terhadap bola sudah tumbuh sejak kecil dan berlanjut hingga dewasa.
"Olahraga ini adalah olahraga rakyat, dan saya ingin terus menyalurkan kecintaan itu, terutama di kalangan mahasiswa," kata Hempri Suyatna pada Minggu (13/10/2024).
Kenangan pertama kali menonton laga sepakbola internasional di Piala Dunia 1994, saat final Italia kontra Brasil, menjadi momen yang mendalam bagi Hempri.
Meskipun Italia kalah, kecintaannya terhadap sepakbola semakin dalam, terutama terhadap Timnas Italia dan klub legendaris AC Milan. Bahkan, pengaruh besar kapten AC Milan, Paolo Maldini, menginspirasi nama anak pertamanya, yang diberi nama 'Maldini'.
Meskipun fokus utamanya adalah dunia kampus, Hempri tak melupakan perhatian pada perkembangan sepakbola nasional. Dia pernah menjabat sebagai Koordinator Litbang Slemania pada periode 2005-2008. Selain itu pernah menjadi pengurus Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Sleman, Asosiasi Provinsi (Asprov) DIY, bahkan menjabat Direktur dan Komisaris di PT PSS.
Dia turut memberikan harapan besar kepada Timnas Indonesia, yang tengah berjuang untuk lolos ke Piala Dunia.
"Kita harus optimis. Timnas Indonesia perlu memperkuat lini depan, karena itu sangat penting untuk melangkah lebih jauh," ujarnya.
Hempri berharap kehadiran pemain seperti Kevin Diks dapat meningkatkan kualitas permainan tim.
"Di lini belakang dan tengah sudah cukup kuat, tapi kita masih butuh striker bertipe predator yang bisa mencetak gol. Ini yang menjadi PR besar Timnas," ucapnya. (gun)
Editor : Iwa Ikhwanudin