SLEMAN - Musim kemarau mulai beralih menuju musim penghujan. Pada masa peralihan atau musim pancaroba ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mengimbau masyarakat untuk waspada akan potensi bencana yang terjadi.
"Ciri pancaroba adalah adanya potensi cuaca ekstrem. Ada hujan deras sekali, tetapi waktunya pendek," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman Makwan Rabu (9/10/2024).
Makwan menyebut, hujan ini umumnya disertai dengan petir hingga angin kencang. Bahkan, pendinginan awan juga bisa menyebabkan turunnya hujan es. "Perubahan cuaca semacam ini sangat lokal dan kadang sulit diprediksi," ucapnya.
Untuk itu, masyarakat diminta untuk melakukan antisipasi. Mulai dari mempersiapkan diri dengan membawa jas hujan ketika beraktivitas di luar ruangan, melakukan penguatan atap rumah, hingga renovasi bangunan yang keropos. "Angin kencang akan menimpa apapun yang menghalangi gerakannya. Baik itu rumah, pohon, sampai baliho yang sekarang banyak terpasang," jelasnya.
Makwan menekankan, perubahan bentang alam yang masif karena pembangunan juga memberikan pengaruh besar. Di antaranya, penambangan gunung, pembanguan jalan, hingga pengurangan pepohonan.
"Ketika hujan, air tidak meresap karena tanah diganti aspal, cor, dan konblok. Masyarakat jadi harus menikmati banjir, seperti di Jalan Kaliurang itu," ucapnya.
Dia mengaku, BPBD sendiri kini tengah melakukan melakukan replikasi informasi agar masyarakat lebih peka terhadap perubahan cuaca. "Sumur resapan juga harus dipastikan dengan baik. Kadang ada tapi gak berfungsi. Ingat, kalau air itu daya rusaknya luar biasa," pesannya.
Sementara itu, salah satu warga Sleman Resti Damayanti menekankan, perawatan pohon dengan melakukan pemangkasan ketika menjelang musim hujan sangat penting dilakukan.
"Tapi juga dipertimbangkan tingkat kerimbunannya agar ke depan tidak jadi gersang," ucap Resti. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita