SLEMAN - Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti melakukan peninjauan renovasi Stadion Maguwoharjo atau Maguwoharjo International Stadium (MagIS) Senin (7/10/2024). Dalam kesempatan ini, Diana meminta proses pengerjaan dapat dipercepat.
"Catatan saya adalah percepatan. Kalau bisa, akhir November sudah selesai," ujarnya.
MagIS sendiri diperbaiki menggunakan APBN dengan nilai kontrak Rp 99,5 miliar. Dengan kontraktor PT Karuniaguna Intisemesta, proyek ini memiliki masa pelaksanaan 355 hari kalender. Tenggat waktunya sendiri pada 15 Desember 2024.
Diana mengaku optimistis, proyek bisa dikerjakan tepat waktu. Apabila nanti molor maka kontraktor akan diberikan sanksi. "Progresnya positif. Jadi bersama pemerintah setempat, klub sepak bola bisa memanfaatkannya," tambahnya.
Menurut Diana, progres renovasi sendiri telah mencapai 79 persen. Ada beberapa hal yang belum dilakukan, seperti pengecatan, fasad, hingga pemasangan lampu.
"Tenaga kerjanya hampir 200 orang. Kalau perlu ditambah biar segera selesai," katanya.
Dia menekankan, pada renovasi ini ada tiga hal yang jadi perhatian. Mulai dari kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan.
Senada dengan Diana, Sekretaris Daerah Sleman Susmiarto juga mengharapkan percepatan dalam renovasi Stadion Maguwoharjo ini. Dengan demikian, PSS Sleman bisa kembali ke rumahnya dan tidak lagi berkandang di Solo.
"Jadi penonton tidak perlu repot keluar daerah. Cukup menikmati di stadion ini," ujarnya.
Susmiarto turut menjelaskan, ada berbagai pokok-pokok perbaikan dalam renovasi ini. Utamanya untuk menunjang kenyamanan dan keamanan.
Mulai dari penguatan kolom-kolom bangunan, pemasangan kursi penonton dari sebelumnya yang berupa tribun berdiri, penggantian rumput lapangan dari jenis zoysia carbonica menjadi zoysia matrella, akses ambulans, hingga pemasangan lampu jenis FOP.
Dengan semua perbaikan ini, diharapkan MagIS yang belum terstandarisasi bisa mendapat standar FIFA kelas C. "APBD tentu tidak mampu merehabilitasi proyek sebesar ini. Kami diminta membantu dan mengingatkan soal kekurangannya apa saja," tandas Susmiarto. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita