Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Status Siaga Level 3, Gunung Merapi Luncurkan 55 Kali Guguran Lava ke Arah Barat Daya Sejauh 1.800 Meter

Iwa Ikhwanudin • Jumat, 4 Oktober 2024 | 15:51 WIB
Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang.  (BPPTKG)
Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang. (BPPTKG)

SLEMAN - Teramati 55 kali guguran lava ke arah Barat Daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1800 meter. 

Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi terkini. 

Periode pengamatan Kamis 3 Oktober 2024 pukul 00.00-24.00 WIB. 

Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah. 

Baca Juga: INFO CUACA JUMAT: BMKG Sebut Bakal Ada Hujan di Wilayah Utara Yogyakarta, Berikut Daftarnya

Cuaca di Gunung Merapi cerah, mendung, dan berawan. 

Angin bertiup tenang ke arah barat, dan timur. 

Suhu udara 16-28 °C, kelembaban udara 58-99 %, dan tekanan udara 839.4-918.7 mmHg. 

Gunung terlihat jelas, dan kabut 0-III. 

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 150 m di atas puncak kawah. 

Terjadi kegempaan guguran, hybrid/fase banyak, vulkanik dangkal, dan tektonik jauh. 

Baca Juga: PAFI Gunungkidul: Sejarah, Struktur, dan Kontribusi Nyata

Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level 3 siaga sejak 5 November 2020. 

Rekomendasi BPPTKG sebagai berikut:

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. 

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Baca Juga: Stimulus Peningkatan Gizi, Kemenag Kabupaten Magelang Beri Bantuan Rp 100 Ribu per Bulan

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#awan panas guguran #lava pijar gunung merapi #Kabupaten Sleman #awan panas guguran gunung merapi #guguran lava #lava pijar